Tampilkan postingan dengan label Autis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Autis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Maret 2010

MEMAHAMI SPEKTRUM AUTISTIK SECARA HOLISTIK


banner180

diskon belanja 5% gunakan

Kode hadianto di lessthanthirteen


Autisme merupakan fenomen yang masih menyimpan banyak rahasia walaupun telah diteliti lebih dari 60 tahun yang lalu. Sampai saat ini belum dapat ditemukan penyebab pasti dari gangguan autisme ini, sehingga belum dapat dikembangkan cara pencegahan maupun penanganan yang tepat. Pada awalnya autisme dipandang sebagai gangguan yang disebabkan oleh faktor psikologis, yaitu pola pengasuhan orangtua yang tidak hangat secara emosional. Barulah sekitar tahun 1960 dimulai penelitian neurologis yang membuktikan bahwa autisme disebabkan oleh adanya abnormalitas pada otak (Minshew, dalam Schopler dan Mesibov, 1992; Waterhouse, dalam Huebner dan Lane, 2001; Frith, 2003). Pada awal tahun 1970, penelitian tentang ciri-ciri anak autistik berhasil menentukan kriteria diagnosis yang selanjutnya digunakan dalam DSM-III. Gangguan autistik didefinisikan sebagai gangguan perkembangan dengan tiga ciri utama, yaitu gangguan pada interaksi sosial, gangguan pada komunikasi, dan keterbatasan minat serta kemampuan imajinasi.

DISERTASI INI SAYA DOWNLOAD DARI SALAH SATU WEB TAPI SAYA LUPA SUMBERNYA. SAYA YAKIN PENULIS AKAN MENGIJINKAN KALAU SAYA MEMPOSTING DISERTASI INI DI BLOG SAYA. MENGINGAT DISERTASI INI MEMANG SENGAJA DIPUBLIKASIKAN OLEH PENULIS, AGAR MEMBANTU PARA ORANG TUA ATAU TENAGA PENDIDIK YANG MENEMUI KESULITAN DALAM MENANGANI ANAK AUTIS.

DISERTASI INI SENGAJA SAYA POSTING UNTUK TUJUAN YANG SAMA

DOWNLOAD FULL TEKS DISINI .
Continue Reading...

DIAGNOSIS GANGGUAN AUTIS


banner180

diskon belanja 5% gunakan

Kode hadianto di lessthanthirteen



Kemarin ada salah satu mahasiswa saya di prodi psikologi IAIN Sunan Ampel Surabaya yang meminta masukan untuk tema penelitiannya. Rencananya mahasiswa tersebut hendak meneliti efektifitas metode klasikal dengan pendekatan bernyanyi pada anak autis.

Materi ini sengaja saya posting untuk membantu mahasiswa tersebut dalam memahami apa itu gangguan autisme. Tentu saja juga untuk para pengunjung setia blog ini, yang memiliki minat terhadap autisme.

Berikut adalah daftar isi dari materi ini:

Early Infantile Autism………………………………………………………………………1
Sindrom Asperger…………………………………………………………………………..11

Gangguan Rett………………………………………………………………………………...16

Gangguan Disintegratif Masa Anak-Anak…………………………………………17

Gangguan ADHD………………………………………………………………………………18

Gangguan Retardasi Mental…………………………………………………………….21

Celebral Palsy…………………………………………………………………………………23

Speech Delay……………………………………………………………………………………24

Metode ABA…………………………………………………………………………………….27

MATERI BISA DI DOWNLOAD DISINI SEMOGA BERMANFAAT .
Continue Reading...

Sabtu, 27 Juni 2009

MENGATASI PERILAKU ANAK AUTIS


Pendahuluan
Pembaca mungkin tidak asing lagi dengan gangguan Autis, itu karena akhir-akhir ini gangguan pada anak yang dicirikan dengan ketidak mampuan dalam interaksi sosial, perilaku yang mal adapatif, tidak adanya kemampuan dalam berbahasa verbal dan non-verbal, ketertinggalan dalam perkembangan kemampuan motorik kasar dan motorik halus, serta ditandai dengan ketidak mampuan dalam kontrol bina diri ini sedang banyak dibicarakan dimana-mana, mulai di Televisi, koran, dan….tentu saja di blog kesayanganku ini.

Baiklah para pembaca yang budiman, kali ini saya ingin berbagi dengan anda dalam menangani perilaku-perilaku mal adaptif pada anak Autis, seperti teriak-teriak tanpa sebab (bagi orang yang melihat), agresif, tantrum (menyakiti diri sendiri), tertawa tanpa sebab, mengompol, dan perilaku-perilaku serupa lainnya.

Seperti telah saya jelaskan diatas, salah satu gangguan pada anak autis adalah ketidak mampuan mereka dalam berbahasa verbal dan non-verbal. Ketidak mampuan anak autis dalam berbahasa inilah yang menyebabkan anda dan kebanyakan orang yang terlibat dalam pendidikan anak autis, selalu mengatakan “Dia (si autis) tak bisa bicara, jadi dia tak dapat berkomunikasi” . Perkataan seperti ini tentu tidak sepenuhnya benar, kenapa demikian, bukankah semua tingkah laku anak adalah suatu bentuk komunikasi. Tomi (autis) selalu menutup telinga saat mendengar suara bising, Tomi selalu teriak jika dibawa ke kamar mandi, Tomi selalu meronta jika dipeluk. Ini semua adalah cara Tomi untuk mengatakan pada orang lain tentang hal-hal yang tidak dia sukai.
Mungkin anda belum sepenuhnya setuju dengan pendapat saya di atas ?. Baik, saya akan coba jelaskan kembali. Kebanyakan orang mengatakan anak autis sering melakukan perilaku-perilaku mal adaptif tanpa ada sebab, perkataan seperti ini tentu juga tidak sepenuhnya benar. Pada dasarnya semua perilaku anak autis tidak ada yang tanpa sebab. Semua dilakukan karena sebuah sebab yang jelas, hanya saja anda, dan sebagian besar dari mereka yang bergelut dibidang autis kurang dapat memahami penyebab dari kemunculan perilaku tersebut. Sebagai contoh, Ibu Tomi selalu bilang kalau anaknya selalu tertawa dan teriak tanpa sebab. Sebenarnya bukan tanpa sebab, hanya Ibu Tomi belum dapat menemukan sebab dari kemunculan perilaku tertawa dan teriak tersebut.

Nah, anggapan anda dan sebagian orang bahwa anak autis itu tidak bisa berkomunikasi, bahwa anak autis itu selalu tertawa dan teriak tanpa sebab…dan pernyataan-pernyataan negatif lainnya inilah yang pada akhirnya mendorong anda dan sebagian besar dari mereka yang bergelut dibidang pendidikan anak autis, kerap menggunakan pendekatan yang kurang humanis atau tidak berpusat pada anak dalam menangani perilaku-perilaku mal adaptif pada anak autis. Sebagai contoh, saya sering menjumpai seorang terapis yang hanya menggunakan kata “tidak” untuk menangani perilaku agresi pada anak autis, tanpa berusaha memahami sumber permasalahannya (kapan anak berperilaku agresif, pada situasi seperti apa anak berperilaku agresif dan seterusnya). Bahkan dibeberapa tempat masih ada terapis yang menggunakan kekerasan fisik dalam mendidik anak autis. Saya pernah menjumpai seorang Ibu yang selalu mengikat anak autisnya dengan rantai, supaya tidak berperilaku agresif, ini sungguh sangat memprihatinkan.

Lalu Cara Apa yang Mesti Digunakan?
Sebenarnya cara ini sudah sering anda praktekkan pada anak non-autis. Lalu kenapa anda tidak pernah tau bahwa cara tersebut juga dapat diterapkan pada anak autis ?, karena selama ini anda terlalu negatif thinking pada anak autis, dengan mengatakan anak autis tidak bisa berkomunikasi dan berperilaku tanpa sebab. Pada saat anak anda, adik anda, atau sepupu anda yang masih kecil menangis pasti anda akan menanyakan apa yang menyebabkan dia menangis, dan setelah mendapatkan jawabannya anda akan berusaha menghilangkan penyebab tersebut, dan kemudian anda akan melihat adik anda tersenyum kembali. Anak autis juga demikian, dia juga akan berhenti dari perilaku agresifnya, jika anda menghilangkan penyebab dari perilaku tersebut. Tentu saja untuk menemukan penyebab kemunculan perilaku pada anak non-autis jauh lebih mudah jika dibandingkan pada anak autis.

Ada beberapa pertanyaan yang harus kita jawab untuk tujuan mengidentifikasi penyebab munculnya perilaku mal adaptif pada anak autis:

1.Apa masalahnya?
2.Situasi dan tempat munculnya perilaku.
3.Pemicu dan waktu, Kapan ini terjadi ?.
4.Buta pikiran.
5.Memahami inti situasi.
6.Imajinasi.
7.Ketertarikan dan pengalaman sensori.
8.Interaksi sosial.
9.Komunikasi.
10.Emosi.

Lebih jelas mengenai form instrument identifikasi dan aplikasinya
dapat anda download DISINI.karena materinya terlalu banyak dan sangat tidak mungkin saya posting semua disini. Semoga bermanfaat bagi semua.
Continue Reading...

Rabu, 27 Mei 2009

KRITERIA DIAGNOSIS UNTUK SINDROM ASPERGER DARI GILLBERG DAN GILLBERG (1989)


KRITERIA DIAGNOSIS UNTUK SINDROM ASPERGER DARI GILLBERG DAN GILLBERG (1989)

Ketidak Cakapan Sosial (Egosentrisitas yang ekstrem)

(setidaknya ditunjukkan oleh dua dari empat criteria berikut):

1. Tidak mampu berinteraksi dengan rekan-rekan sebaya.

2. Tidak memiliki hasrat untuk berinteraksi dengan rekan-rekan sebaya.

3. Tidak memiliki apresiasi terhadap isyarat-isyarat sosial.

4. Perilakunya, secara sosial dan emosi tidak tepat.


Minat yang Terbatas

(Setidaknya ditunjukkan oleh satu dari tiga criteria berikut):

1. Pengabaian aktivitas-aktivitas lainnya.

2. Kepastian yang berulang.

3. Lebih banyak hafalan daripada pemahaman makna.


Rutinitas yang Berulang

(Setidaknya ditunjukkan oleh satu dari criteria berikut):

1. Pada diri sendiri, dalam aspek-aspek kehidupan.

2. Pada orang lain.


Keanehan-keanehan Ujaran dan Bahasa

(setidaknya ditunjukkan oleh tiga dari lima criteria berikut ini):

1. Perkembangan yang tertunda.

2. Bahasanya tampak ekspresif dan sempurna.

3. Bahasanya terlalu ilmiah dan formal.

4. Intonasinya ganjil dan nada suaranya aneh.

5. Pemahamannya sangat lemah, termasuk salah tafsir makna harfiah atau implicit.


Permasalahan-permasalahan Komunikasi nonverbal

(Setidaknya ditunjukkan oleh satu dari lima criteria berikut ini):

1. Terbatasnya penggunaan gerak atau isyarat.

2. Bahasa tubuh yang kikuk atau kaku.

3. Ekspresi wajah yang terbatas.

4. Perilaku yang tidak tepat.

5. Tatapan yang kaku dan aneh.


Kekikukan Gerak

Hasil yang buruk dari pemeriksaan perkembangan syaraf.

Continue Reading...

DAFTAR SITUS WEB YANG MENYUGUHKAN INFORMASI TENTANG PENANGANAN ANAK AUTIS INFANTIL (Biasa dikenal dengan Autis) DAN AUTIS ASPERGER (Biasa dikenal den


Online Asperger’s Syndrome Information and support – O.A.S.I.S: Ini adalah situs terbaik untuk memulai penanganan anak autis. http://www.udel.edu/bkirby/asperger.

The Lovaas Institute untuk Intervensi Awal: Belajar langsung dengan Ivar Lovaas penggagas metode ABA. http://www.lovaas.com.


Asperger’s Syndrome Support Network Home Page: Home page ini berbasis di Australia. http://www.vicnet.net.au/vicnet/community/asperger.


Asperger’s Disorder Home Page: Disiapkan oleh Kaan R. Ozbayrak dengan link ke situs-situs lain. http://www.ummed.edu:8000/pub/o/ozbayrak/asperger.html.


The National Autistic Society: Lembaga yang bermarkas di London dan menyediakan rincian layanan serta literature mereka. http://www.oneworld.org/autism_uk/index.html.


The Autism Channel Links: Koran maya untuk autism. http://www.telepath.com/canace/autism.html.


Future Horizons: Perusahaan penerbit literature mengenai autism. http://www.onramp.net/autism/


The Center for the Study of Autism: Sumber bermanfaat untuk informasi mengenai autism, sindrom-sindrom terkait dan riset. http://www.autism.org.


Situs yang didirikan oleh pengidap Autism: Situs yang sangat baik untuk dukungan rekan-rekan sebaya, forum-forum dan strategi untuk membantu diri sendiri. http://www.amug.org/na203/index.html.


Oops…..Wrong Planet Syndrome: Situs ini menyajikan suatu perspektif pribadi dan informative mengenai Sindrom Asperger.

http://www.geocities.com/HotSpring/8422/index.html.


Tony Attwood’s Homepage: Situs web ini merupakan panduan bagi orang tua, para pakar, dan pengidap Sindrom Asperger, berikut para mitra mereka. http://www.tonyattwood.com.


Softwer yang Dapat Digunakan Sebagai Alat Untuk Mengajarkan Anak Autis Memahami Ekspresi Wajah: Gaining Face Team Asperger. http://www.ccoder.com.


Video Untuk Memahami Ekspresi Wajah: membantu anak Autis memahami ekspresi wajah. http://www.ican.org.uk.


CD yang Membantu Anak AUtis Memahami Empati dan Imajinasi: Sangat membantu bagi pengidap gangguan Autis infantile. http://www.riverdeep.net.


Situs Web Untuk Idiom: Menyuguhkan trik-trik untuk member pemahaman kepada anak Autis terhadap ungkapan. http://www.geocities.com/Athens/Aegean/6720/ atau di http://www.a4esl.org/q/h/idioms.html.


Institut for Applied Behaviour Analysis: Pusat pembelajaran metode ABA Lovaas. http://www.iaba.com.


NAS Early Bird Centre: http://www.nas.org.uk.


The Listening Center Ltd: http://www.listen:ngcenter.co.uk.


PEACH: Parents for the Early intervention of Autism in Children. http://www.uk.peach.org.uk.


Sensory Integration International: Pelatihan Integrasi Sensori. http://www.sensoryinr.com.


ICAN: Membantu anak dengan kesulitan bicara dan bahasa. http://www.ican.org.uk.


The InterACT: Kursus untuk teknik interaksional dan social. http://www.theinteractcentre.com/.

Continue Reading...

Senin, 25 Mei 2009

MENGAJARKAN ANAK AUTIS MENGIKUTI INSTRUKSI 3 LANGKAH


Selain mengalami gangguan dalam bahasa ekspresif, anak Autis juga mengalami gangguan dalam bidang bahasa reseptif atau kemampuan dalam memberikan respon secara tepat terhadap instruksi yang diberikan oleh orang lain. Untuk meningkatkan kemampuan reseptif pada anak Autis, perlu dilakukan tata laksana perilaku untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Lebih jelasnya mengenai cara pemberian tata laksana perilaku, silahkan simak dialog berikut:


MENGIKUTI INSTRUKSI SEDERHANA ATAU 1 LANGKAH


Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Melakukan gerakan tangan ke bawah

Terapis : Tidak

Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Melakukan gerakan tangan ke bawah

Terapis : Tidak

Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Memberikan bantuan dengan cara menarik tangan anak ke atas dan berkata iya…bagu…s


Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Melakukan gerakan tangan ke atas

Terapis : iya…bagu..s


Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Melakukan gerakan tangan ke bawah

Terapis : tidak


Penjelasan:

  1. Dalam metode ABA setiap materi diberikan sebanyak 15 instruksi dalam setiap sesi terapi.

  1. Tiap sesi maksimal terdiri dari 15 materi.

  1. Jika anak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hadiah (seperti ucapan bagus), lihat dialog warna hitam.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hukuman (seperti ucapan tidak), lihat dialog warna merah.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar sebanyak dua kali berturut turut, maka terapis harus memberikan prompter atau bantuan dan disertai dengan hadiah, lihat dialog warna hijau.


Anda dapat membuat perintah sederhana lain, yang menurut anda perlu dikuasai oleh anak. Contoh: Tangan ke samping, Tangan Ke depan, Tangan Ke bawah, Melompat dan lain sebagainya.


Untuk mengikuti instruksi 3 langkah, anda dapat membuat perintah seperti berikut:


Pergi ke meja, ambil bola di atas meja, lalu berikan kepada saya”

Pergi ke kamar, ambil buku, lalu kembali ke sini”


Kalau anak dapat melakukan instruksi dengan baik katakan bagus, kalau anak tidak dapat melakukan instruksi katakan tidak (lihat dialog di atas).

Continue Reading...

MENGAJARKAN ANAK AUTIS MENJAWAB PERTANYAAN KATA TANYA APA, SIAPA, KAPAN, DIMANA DAN MENGAPA PADA SATU TOPIK


Berikut adalah contoh cara mengajarkan anak untuk menjawab pertanyaan Apa, Siapa, Kapan, Dimana dan Mengapa:



Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak

Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak

Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Lihat tiru…nasi

Terapis : Iya…bagu…s (Setelah anak meniru)


Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : nasi

Terapis : Iya…bagu…s


Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak


Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : nasi

Terapis : Iya…bagu…s


Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak

Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak

Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Lihat tiru…nasi

Terapis : Iya…bagu…s (Setelah anak meniru)


Penjelasan:

  1. Dalam metode ABA setiap materi diberikan sebanyak 15 instruksi dalam setiap sesi terapi.

  1. Tiap sesi maksimal terdiri dari 15 materi.

  1. Jika anak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hadiah (seperti ucapan bagus), lihat dialog warna hitam.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hukuman (seperti ucapan tidak), lihat dialog warna merah.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar sebanyak dua kali berturut turut, maka terapis harus memberikan prompter atau bantuan dan disertai dengan hadiah, lihat dialog warna hijau.


Berikut ini adalah daftar beberapa pertanyaan berikut jawaban yang dapat anda gunakan sebagai materi terapi, untuk mengajarkan anak autis menjawab pertanyaan Apa, Siapa, Kapan, Dimana, Bagaimana.


Topik: SARAPAN

Terapis : Dimana kamu sarapan ?

Anak : Di ruang makan

Terapis : Kapan kamu sarapan ?

Anak : Pagi hari

Terapis : Siapa yang membuat sarapan ?

Anak : Mama

Terapis : Mengapa kamu sarapan ?

Anak : Karena lapar


Topik : Mandi

Terapis : Dimana kamu mandi ?

Anak : Di kamar mandi

Terapis : Kapan kamu mandi ?

Anak : Pagi dan sore

Terapis : Dengan siapa kamu mandi ?

Anak : Mama

Terapis : Mengapa kamu mandi ?

Anak : Supaya bersih

Terapis : Dengan apa kamu mandi ?

Anak : Sabun


Topik : Sekolah

Terapis : Dimana kamu sekolah ?

Anak : Di Quantum

Terapis : Kapan kamu sekolah ?

Anak : Pagi hari

Terapis : Sekolah diantar siapa ?

Anak : Mama

Terapis : Mengapa kamu sekolah ?

Anak : Supaya pintar


Anda dapat menambahkan pertanyaan-pertanyaan lain, yang menurut anda perlu dikuasai oleh anak.


Continue Reading...

MENGAJARKAN ANAK AUTIS MENJAWAB PERTANYAAN “DIMANA ?”


Berikut adalah contoh cara mengajarkan anak autis menjawab pertanyaan “

dimana ?”:

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Lihat tiru…di tempat tidur

Terapis : Iya…bagu…s (Setelah anak meniru)

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : di tempat tidur

Terapis : Iya…bagu…s

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : di tempat tidur

Terapis : Iya…bagu…s

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Lihat tiru…di tempat tidur

Terapis : Iya…bagu…s (Setelah anak meniru)


Penjelasan:

  1. Dalam metode ABA setiap materi diberikan sebanyak 15 instruksi dalam setiap sesi terapi.

  1. Tiap sesi maksimal terdiri dari 15 materi.

  1. Jika anak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hadiah (seperti ucapan bagus), lihat dialog warna hitam.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hukuman (seperti ucapan tidak), lihat dialog warna merah.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar sebanyak dua kali berturut turut, maka terapis harus memberikan prompter atau bantuan dan disertai dengan hadiah, lihat dialog warna hijau.


Berikut ini adalah daftar beberapa pertanyaan berikut jawaban yang dapat anda gunakan sebagai materi terapi, untuk mengajarkan anak autis menjawab pertanyaan “dimana ?”:

Terapis : Dimana kamu tidur

Anak : Di tempat tidur

Terapis : Dimana kamu mandi

Anak : Di kamar mandi

Terapis : Dimana kamu memasak

Anak : Di dapur

Terapis : Dimana kamu tinggal

Anak : Di rumah

Terapis : Dimana kamu beli pensil

Anak : Di toko

Terapis : Dimana kamu berenang

Anak : Di kolam renang


Anda dapat menambahkan pertanyaan-pertanyaan lain, yang menurut anda perlu dikuasai oleh anak.

Continue Reading...
 

Daftar Blog

Daftar Blog

  • PROGRAM BANGKIT - Telah di buka Program Bangkit dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang merupakan program pembinaan talenta digital untuk mahasiswa ...
    4 tahun yang lalu

Daftar Blog

suhadianto.blogspot.com Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template