Kamis, 30 September 2010

KULIAH PSIKOMETRI 1

Pengertian Psikometri
Psikometri adalah cabang ilmu psikologi yang berkaitan dengan pengukuran atribut-atribut psikologis, Ex. IQ, EQ, SQ, Perilaku Delinkuen, Kepribadian Ekstrovert – Introvert, Motivasi belajar, prestasi belajar, Kepercayaan diri, dll.

Apa yang dimaksud dengan pengukuran?
Pegukuran adalah prosedur kuantifikasi terhadap atribut atau variabel dengan aturan-aturan tertentu1 sepanjang suatu kontinum2.
1. Cara pengadministrasian alat ukur, Sikap Tester terhadap subjek (teste) yang dikenai pengukuran, model skala yang digunakan dalam pensekoran (apakah model likert: Sangat Setuju, Setuju, Tidak Setuju, Sangat Tidak Setuju, atau menggunakan model Thurstone).
2. ____________________________________________________________ IQ
70 80 90 100 120

Karakteristik pengukuran:
1. Pembanding antara atribut yang diukur dengan alat ukurnya. Ketika pak Anto’ mengenakan tes WAIS kepada Asrul pada dasarnya Pak Anto’ hendak membandingkan skor yang diperoleh Asrul pada tes WAIS dengan suatu kontinum skor yang ada pada tes WAIS.
2. Hasilnya dinyatakan secara kuantitatif.
3. Hasilnya bersifat deskriptif.

Mengapa perlu dilakukan pengukuran?
1. Objektivitas.
2. Penyajian data secara rinci, bisa dilakukan analisis matematis, komunikabilitas hasil yang tinggi.
3. Ekonomi.
4. Generalisasi

Evaluasi
1. Evaluasi adalah kegiatan membandingkan antara hasil ukur dengan suatu norma1 atau suatu kriteria. Sebagai contoh, seorang Psikolog tidak bisa mengatakan bahwa skor 70 yang diperoleh Leely (6 tahun) pada tes BINET adalah tergolong baik atau buruk, sebelum Psikolog tersebut membandingkan dengan norma tes yang ada. Seorang Psikolog juga tidak bisa mengatakan skor 90 yang diperoleh Asrul (25 th) pada tes WAIS tergolong sebagai IQ yang Average, Brigh Everage, atau Superior sebelum Psikolog tersebut membandingkan dengan norma tes yang ada.
2. Hasilnya bersifat kulaitatif.
3. Hasilnya dinyatakan secara evaluatif.
1. Norma adalah rata-rata, secara umum norma dibagi menjadi dua yaitu norma perkembangan (seperti pada tes BINET) dan norma kelompok (seperti pada tes WAIS).

Jenis data
Skala nominal: Skala nominal adalah skala yang berfungsi sebagai pembeda atau menunjukkan suatu karakteristik. Sebagai contoh, Seorang peneliti melakukan penelitian dengan judul Perbedaan Produktivitas Kerja Antara Pekerja Pria dan Wanita. Untuk memudahkan dalam pengolahan data maka peneliti memberi angka 1 untuk Pria dan angka 2 untuk Wanita.

Skala ordinal: Adanya perjenjangan dan jarak antar jenjang tidak sama. Contoh: Ranking kelas, dll.

Skala interval:
1. Adanya perjenjangan dan jarak antar jejang diasumsikan sama.
2. Nol tidak mutlak.
3. Tidak dimungkinkan adanya perkalian atau pembagian.

Skala rasio:
1. Interval yang memiliki harga 0 mutlak.
2. Dapat dikenai operasi hitung.

Pengertian Tes Psikologi
Tes merupakan suatu prosedur standar (terstandardisasi) untuk mengukur secara kuantitatif (skor) maupun kualitatif (evaluasi) pada satu atau beberapa aspek atribut psikologis dengan menggunakan sampel perilaku verbal maupun non verbal. Contoh: Tes WAIS adalah tes IQ yang mengukur beberapa aspek sebagai berikut:
1. Sampel Verbal: Informasi, pengertian, hitungan, persamaan, rentang angka, perbendaharaan kata.
2. Sampel non Verbal: simbol angka, melengkapi gambar, rancangan balok, mengatur gambar, merakit objek.

Tujuan Tes Psikologi
1. Membandingkan dua atau lebih aspek atribut psikologis pada individu yang sama.
2. Membandingkan individu yang berbeda pada aspek atribut psikologis yang sama.

Karakteristik Tes Psikologi
1. Tes adalah suatu prosedur yang sistematik yang terdiri dari stimulus (item atau soal tes) yang didesain dengan baik dalam rangkaian tertentu berdasar kepada prinsip prinsip konstruksi tes.
2. Tes psikologis melakukan baik pengukuran kuantitatif dengan menggunakan skala numerik (skor tes) maupun proses evaluasi yang bersifat kualitatif dengan menggunakan sistem kategori. Contoh kategorisasi dalam tes WAIS:

19 kebawah : Profound Retardation.
20 – 34 : Severe Retardation.
35 – 49 : Moderate Retardation.
50 – 70 : Mild Retardation.
71 – 79 : Borderline
80 – 89 : Dull Average.
90 – 109 : Average.
110 – 119 : Bright Average.
120 – 129 : Superior.
130 keatas : Very Sop.

Klasifikasi Tes Psikologi
1. Dimensi atribut psikologis
a. Atribut kognitif (dibedakan menjadi atribut inteligensi, atribut potensi akademik, dan atribut hasil belajar).
b. Atribut non kognitif (kepribadian).
2. Dimensi materi yang digunakan dalam menyusun tes.
a. Tes proyektif, Contoh: Tes TAT, CAT, Rho.
b. Tes non proyektif, Contoh: Tes WAIS, Tes BINET, Tes WISC, Tes RMIB, Tes 16 PF, Tes IST.
3. Dimensi administrasi:
a. Tes kelompok, seperti tes IST untuk tes IQ.
b. Tes individual, seperti tes WAIS, WISC, BINET untuk tes IQ.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

DAFTAR BLOG SAYA

BLOG SISWAKU

BLOG REKANAN

suhadianto.blogspot.com Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template