Selasa, 28 April 2009

TIPS BERTEMAN


Perkembangan teknologi yang begitu pesat saat ini sedang dan bahkan mungkin telah menenggelamkan nilai-nilai sosial yang ada dalam masyarakat. Coba simak disekitar kita !!!, sekarang ini sangat sulit menemukan orang dengan kepedulian yang sangat tinggi dan tulus terhadap orang lain yang mungkin sedang membutuhkan pertolongannya atau terhadap lingkungan sosialnya. Kenapa kondisi demikian dapat terjadi?, tidak lain karena pada zaman sekarang ini semua kebutuhan manusia hampir dikendalikan oleh teknologi, dengan kata lain mereka merasa tidak membutuhkan bantuan orang lain karena semua kebutuhan telah dipenuhi oleh teknologi. Coba tengok para pelajar kita sekarang, mereka lebih suka menghabiskan waktunya untuk berlama-lama di tempat rental internet, mulai dari bermain game online, Friendster (FS), Face book, download lagu, dll daripada harus bergabung dalam organisasi intra sekolah (OSIS) atau bergabung dalam kelompok belajar, atau bergabung dalam kelompok-kelompok sosial lainnya, semisal karang taruna, ikatan pelajar NU atau ikatan pelajar Muhammadiyah, dll. Tidak lain karena mereka merasa teknologi telah dapat memenuhi kebutuhan sosialnya.

Karena larut "dalam pelukan teknologi", sebagian dari kita telah lupa bahwa EL. Thorndike pada tahun 1920 yang lalu telah menegaskan, bahwa manusia memiliki social intelligence atau kecerdasan sosial atau suatu kemampuan untuk menghadapi orang lain disekitar diri sendiri dengan cara yang efektif. Thorndike percaya bahwa kecerdasan sosial tersebut merupakan syarat penting dari keberhasilan seseorang diberbagai aspek kehidupan. Sayangnya pelukan teknologi telah membekukan dan telah mengkerdilkan kemampuan kita dalam berinteraksi sosial, akibatnya kita menjadi manusia yang sepertinya serba tercukupi, tetapi pada dasarnya kita telah teralienasi (meminjam istilah Eric From). Bagaimana tidak teralienasi......selama ini kita berkomunikasi dengan teknologi yang selalu meminta untuk kita fahami. Sementara teknologi tidak pernah mau memahami keadaan kita. Karena kecantikan teknologi tanpa kita sadari selama ini kita telah dicuekin oleh teknologi....cinta bertepuk sebelah tangan tepatnya he he he.

Dampak psikologis yang paling berbahaya adalah....KARENA TERBIASA KOMUNIKASI SATU ARAH DENGAN TEKNOLOGI AKIBATNYA KITA MENJADI MINDER, CEMAS, TAKUT BERHADAPAN DENGAN ORANG LAIN, TIDAK MAU MEMAHAMI ORANG LAIN DAN SETERUSNYA DAN SETERUSNYA. Untuk mengembangkan kembali kecerdasan sosial yang kita miliki, tidak ada salahnya jika pembaca menyimak beberapa tips berteman yang saya ambil dari buku dengan label international bestseller "Making Friends" karangan Andrew Mathews berikut ini:

1. Jangan takut berhadapan dengan orang lain, karena setiap orang selalu memiliki pikiran bahwa "saya tidak cukup baik". Kita sering mengira bahwa orang lain lebih pandai, lebih tegar dari kita sehingga kita merasa minder dan takut. Kenyataannya, sebenarnya mereka juga berfikir yang sama tentang kita. Mereka juga berfikir kalau kita lebih pandai.

2. Tanyakan pada teman yang dapat dipercaya "siapa sebenarnya anda". Karena kita sering tidak sadar akan kebiasaan-kebiasaan buruk kita.

3. Belajarlah untuk mencintai diri sendiri. Bila kita terlampau kritis atau tidak puas dengan diri sendiri, kita akan cenderung membenci orang lain yang dapat berbuat lebih baik.

4. Buatlah diri anda bahagia dan jangan berfikir " kalau saya dapat bertemu dengan orang yang dapat menyayangi dan membahagiakan saya". Ingat kalau anda terpuruk tidak akan ada orang lain yang akan mendekatimu.

5. Jangan membuat jarak dengan orang lain "Kita semua selalu bersama-sama, tetapi kita semua merasa kesepian" Dr. Albert Schweitzer.

6. Jangan berpura-pura bahwa anda dapat mengerjakan semuanya sendiri. Kita semua pasti membutuhkan orang lain.


7. Teman yang membosankan, teman yang menyebalkan, teman yang menyenangkan....kita pasti akan menemui tipe tipe teman yang seperti itu. Jangan takut !!!. Hidup memang terkadang menyenangkan terkadang sedikit membosankan, tapi semua bisa diatasi

8. Jangan menyalahkan orang lain, menyalahkan bukanlah solusi. Setiap kali anda menyalahkan orang lain, berarti anda tidak belajar dan keadaan tidak akan berubah. Ingat yang terpenting dalam hidup adalah belajar, belajar menghadapi lingkungan.

9. Anda yang memutuskan perasaan anda. Jangan biarkan orang lain menguasai perasaan anda.

10. Katakan pada orang lain apa yang anda inginkan.

11. Cobalah untuk bersikap tegas dan mengatakan apa adanya. Kejujuran terhadap orang lain merupakan pertanda penghargaan dan pertanda kita menghormati diri sendiri.

12. Hormati diri sendiri, orang lain akan menghormati kita sejauh kita menghormati diri sendiri.
Continue Reading...

PERMAINAN UNTUK MOTIVASI


FORMAT : KELOMPOK
WAKTU : 10 - 20 MENIT
TEMPAT : IN DOOR / OUT DOOR
PESERTA : 10 - 50 ORANG

DESKRIPSI:
Instruktur menyiapkan kursi sebanyak jumlah N-1 atau N-2, sebagai contoh kalau pesertanya berjumlah 40 maka instruktur harus menyiapkan kursi sebanyak 39 atau 38. Kursi-kursi tersebut kemudia ditata melingkar. Setelah semuanya siap instruktur meminta kepada semua peserta untuk membuat barisan melingkar di dalam lingkaran kursi tersebut. Langka selanjutnya adalah.....instruktur meminta semua peserta untuk berputar..nah pada saat peserta sudah berputar instruktur mulai membacakan instruksi dan membacakan ceritanya.....pasti suasananya akan menjadi meriah dan menyenangkan sekaligus menegangkan saat para peserta harus fokus dengan cerita dan berebutan kursi, karena salah satu atau dua orang dari mereka ada yang tidak kebagian kursi.


ROBET DAN ROBOT

INSTRUKSI:
Kalau saya menyebut nama ROBET maka semua peserta harus duduk dan kalau saya menyebut nama ROBOT maka semua peserta tetap berdiri.

CERITA
Pada hari minggu yang lalu Bapak/ Ibu keluar ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Di KBS itu Bapak/Ibu bertemu dengan salah satu alumni SMP Ta’miriyah Surabaya tahun 2000, namanya ROBET. Dia menceritakan kalau sekarang sudah kerja di perusahaan besar dengan gaji yang lumayan tinggi, sehingga dia merasa hidupnya sudah bahagia. Karena kerjanya di perusahaan Robot maka dia sering dipanggil Robet Robot. Selang tidak lama teman kerjanya memanggil Ro……Ro…….Ro…..Ro….. Akhirnya dia pamitan pada saya untuk melanjutkan tujuannya. Sayapun memberikan do’a R…./R… semoga berhasil.


ANA DAN ANI

INSTRUKSI:
Kalau saya menyebut nama ANA maka semua peserta harus duduk dan kalau saya menyebut nama ANI maka semua peserta tetap berdiri.

CERITA
Sewaktu saya mengajar di sekolah lain, saya mempunyai murid nama ANA dan ANI sikembar yang imut sekali, anaknya ramah, sopan, pinter dan lucu. Karena kembar saya sering salah panggil. Saya memanggil ANA…, ANI yang datang. Saya panggil ANI… ternyata ANA yang datang. Teman temannya sering menggoda dengan memanggil mana yang ANA… mana yang ANI... Saya sering memanggilkan agar cepat mengenal. Kalau anaknya lewat saya teriak A…/A… Namun harapanku tidak pernah tercapai sehingga sering keliru ANA.., ANI...

KIPLI DAN ADUL

INSTRUKSI:
Kalau saya menyebut nama KIPLI maka semua peserta harus duduk dan kalau saya menyebut nama ADUL maka semua peserta tetap berdiri.

CERITA
Waktu kecil, saya punya kelompok bermain yang sangat mengasyikkan, kemana saja selalu berkumpul. Bahkan di sekolah pun selalu berkumpul. Ketika itu saya sekolah di SD Negeri dekat rumah. Kalau sore hari selalu bermain di halaman sekolah tersebut. Diantara mereka ada yang lucu, namanya KIPLI dan ADUL, anak anak sering berolah tentang kedua nama itu. KIPLI…, ADUL…, KIPLI…, ADUL…. Dan saya sangat gemas dengan si KIPLI itu.


BALCKY DAN JEKY

INSTRUKSI:
Kalau saya menyebut nama BLACKY maka semua peserta harus duduk dan kalau saya menyebut nama JEKY maka semua peserta tetap berdiri.

CERITA
Di rumah saya memelihara kucing mulai dari kecil. Ada 2 kucing yang sangat dekat dengan saya. oleh anak saya, yang satu diberi nama BLACKY dan yang satu diberi nama JEKY. Setiap hari, sebelum saya bangun, keduanya pasti menghampiri kamar tidur sambil mengeong-ngeong, mungkin maksud dia membangunkan saya. Segera saya bangun dan menuju ke kamar mandi, setelah itu keduanya saya beri makan di kotak plastik dengan menu kesukaannya, nasi plus ikan pindang dan disebelahnya saya kasi minuman. Sambil saya memanggil BLACKY, JEKY, BLACKY, JEKY. Keduanya datang dan makan. Semua anggota keluarga saya bergantian memanggilnya BLACKY, JEKY, BLACKY, JEKY.
Continue Reading...

BEBERAPA TIPS DALAM MENENTUKAN KARIR


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orang tua, pendidik dan para siswa dalam menentukan karir:

1. IDENTIFIKASI KEMAMPUAN KAMU
Contoh: Kemampuan dalam bidang matematika, olah raga, Fisika, Kimia, Musik, Kemampuan menjalin hubungan sosial, Kemampuan berkomunikasi, dll.

2. IDENTIFIKASI KELEMAHAN KAMU
Contoh: Tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan dengan angka, Sulit berkomunikasi dengan orang lain, Sulit bersosialisasi dengan orang lain, dll.

3. IDENTIFIKASI MINAT KAMU
Contoh: Minat terhadap bidang olah raga, ilmu biologi, insinyur, penegak hukum, matematika, aktris, pilot, sekretaris, guru, pekerja sosial, penulis, dll.


4. PILIH KARIR YANG SESUAI DENGAN MINAT KAMU.

5. EVALUASI KEMAMPUAN KAMU, APAKAH SUDAH MENDUKUNG TERHADAP PILIHAN KARIR KAMU ATAU BELUM.
Jika kemampuan yang kamu miliki belum mendukung pilihan karir kamu, buat rencana jangka pendek, jangka menengah & jangka panjang untuk mengembangkan kemampuan kamu.


CONTOH RENCANA JANGKA PENDEK, MENENGAH DAN JANGKA PANJANG

PILIHAN KARIR: Ingin menjadi guru

KEMAMPUAN KHUSUS YANG DIBUTUHKAN: Kemampuan membaca dan memahami. Kemampuan berkomunikasi.

RENCANA JANGKA PENDEK: Latihan memahami isi buku pelajaran. Latihan membaca dengan baik. Latihan berbicara di depan kelas. Latihan menyampaikan pendapat di depan teman-teman.

RENCANA JANGKA MENENGAH: Melanjutkan sekolah ke SMA Negeri.

RENCANA JANGKA PANJANG: Melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.


BERIKUT INI ADALAH CONTOH BEBERAPA BIDANG PEKERJAAN DAN KEMAMPUAN KHUSUS (SELAIN KEMAMPUAN UMUM) YANG DIBUTUHKAN:

? PEGAWAI BANK
Kemampuan mengingat.
Kemampuan memberi sandi.
Kemampuan membaca dan memahami.
Kemampuan matematika.

? GURU
Kemampuan membaca dan memahami.
Kemampuan berkomunikasi.

? MANAJER PERUSAHAAN ATAU PENGUSAHA
Kemampuan mengingat.
Kemampuan membaca dan memahami.
Kemampuan matematika.
Kemampuan berkomunikasi.

? INSINYUR
Kemampuan mengenal objek yang disusun dari bagian-bagian.
Kemampuan membaca dan memahami.
Kemampuan mengenal bagian-bagian dari objek.

? POLISI
Kemampuan mengingat.
Kemampuan membaca dan memahami.
Kemampuan berkomunikasi.
Kemampuan mengidentifikasi bagian-bagian yang penting.

? PENULIS
Kemampuan mengingat.
Kemampuan membaca dan memahami.
Kemampuan berkomunikasi.

? PSIKOLOG
Kemampuan membaca dan memahami.
Kemampuan berkomunikasi.
Continue Reading...

TIPS MEMBACA DAN BELAJAR YANG BAIK


Sebagian dari pembaca mungkin pernah merasa bahwa belajarnya selama ini sia-sia dan sebagian dari pembaca mungkin pernah mengeluh, KENAPA HARUS BELAJAR KALAU NILAI SAYA TETAP JELEK? KENAPA TEMAN SAYA BISA DAPAT NILAI BAGUS SEMENTARA SAYA TIDAK?. Coba anda koreksi berlajar anda, apakah selama ini belajar anda sudah memperhatikan beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap hasil belajar ataukah belum sama sekali. Kalau setelah membaca anda menemukan beberapa kondisi dibawah pada diri anda, itu artinya cara belajar anda sudah memperhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar, dan sebaliknya:

1. Dapat memahami isi buku yang telah dibaca.
2. Dapat mengambil kesimpulan dari isi buku yang telah dibaca.
3 Dapat mengingat sebagian besar dari isi buku yang telah dibaca.
4. Dapat menghafal isi buku yang telah dibaca.
5. Informasi yang telah diperoleh dari buku yang dibaca dapat bertahan lama dalam ingatan.


TIPS BELAJAR DAN MEMBACA YANG BAIK

1. PERHATIKAN SUASANA HATI. Ciptakan suasana hati yang positif untuk belajar, dengan memilih waktu dan tempat yang menyenangkan. Cara lain untuk menciptakan suasana hati yang positif dalam belajar adalah dengan mengetahui manfaat dari materi yang sedang kita pelajari, karena tanpa mengetahui manfaat biasanya minat belajar kita akan menurun dan tentu saja dapat berpengaruh pada suasana hati saat belajar. De Porter dan Hernacky dalam bukunya Quantum Learning, memberi tips untuk meningkatkan minat terhadap materi pelajaran tertentu. Caranya adalah dengan selalu bertanya Apa Manfaat BagiKu (AMBAK) sebelum mempelajari sesuatu.

2. Tumbuhkan Motivasi dalam diri. Untuk menumbuhkan motivasi belajar adalah dengan cara mengetahui relevansi materi pelajaran yang sedang kita pelajari dengan realitas atau kegunaan materi tersebut dalam kehidupan. Sebagai contoh untuk menumbuhkan motivasi belajar pada pelajaran matematika kita harus tahu relevansi materi penjumlahan dengan realitas (kalau tidak menguasai penjumlahan maka penjaga toko tidak akan dapat menghitung berapa duit yang telah dikeluarkan pada hari ini untuk belanja roti), relevansi materi pengurangan dengan realitas (Kalau tidak menguasai pengurangan maka penjaga toko akan kesulitan menghitung uang kembalian dari salah satu pembeli), dan lain sebagainya. Dengan mengetahui relevansi dari materi yang kita pelajari terhadap kehidupan kita, maka kita akan dapat menumbuhkan motivasi dalam diri kita.

3. GUNAKAN MUSIK JIKA PERLU. Jika mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi, kita dapat menggunakan musik-musik klasik seperti Mozart untuk meningkatkan konsentrasi

4. Tandai materi pelajaran yang tidak kamu pahami.Pada saat kita sedang membaca pasti akan menemukan beberapa kata yang mungkin belum kita fahamai, apa yang harus kita lakukan? Beri tanda pada kalimat yang tidak kita pahami dan lanjutkan membaca.

5. Setelah mempelajari satu paragraph berhentilah sebentar dan ulangi hasil bacaanmu dengan bahasa kamu sendiri.

6. Kembali pada materi yang tidak kamu pahami, cari di buku lain, atau diskusikan dengan guru di sekolah.

7. Buatlah pertanyaan dari materi pelajaran yang telah kamu baca.

8. Buat ringkasan materi pelajaran yang telah kamu baca.

9. Lakukan pengulangan terhadap pelajaran yang telah diberikan oleh guru di sekolah.


BEBERAPA TIPS MENGHAFAL
Ada beberapa tips dalam menghafal materi pelajaran yang harus kita ketahui agar kita tidak mengalami kesulitan dalam menghafal materi pelajaran:

1. Menghafal dengan membaca dalam hati. Cara menghafal yang pertama ini diperuntukkan bagi anda yang memiliki gaya belajar visual. Orang yang memiliki gaya belajar ini biasanya lebih mudah memahami materi dengan menggunakan penglihatan atau lebih mudah memahami materi dengan membaca sendiri daripada jika dijelaskan oleh guru atau dijelaskan oleh teman.

2. Menghafal dengan membaca dengan keras sampai terdengar oleh telinga. Cara menghafal yang kedua ini diperuntukkan bagi anda yang memiliki gaya belajar auditorial atau lebih mudah memahami materi dari penjelasan guru atau penjelasan teman daripada harus membaca sendiri.

3. Menghafal dengan jalan menulis diatas kertas, atau menggerak gerakkan jari diatas meja. Cara menghafal yang ketiga ini diperuntukkan bagi anda yang memiliki gaya belajar kinestetik.

Masih bingung dengan gaya belajar anda?. Lebih mudahnya begini, Kalau kamu lebih mudah menerima informasi dari teman melalui SMS daripada melalui telpon berarti gaya belajarmu Visual, Kalau kamu lebih mudah menerima informasi dari teman melalui telepon daripada melalui SMS berarti gaya belajar kamu auditorial, Nah.... kalau kamu sering mencoret-coret buku telepon saat menerima telepon dari teman atau dari do'i, emmm...atau kalau kamu suka menjadikan meja belajar kamu di sekolah sebagai drum (klotean tak duk duk duk tak duk duk) berarti gaya belajar kamu kinestetik. Masih juga bingung? KLIK DISINI UNTUK DOWNLOAD PEDOMAN IDENTIFIKASI GAYA BELAJAR SEMOGA BERMANFAAT.

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

KONSELING BERJENJANG DALAM MANAJEMEN STRES SEBAGAI TERAPAN PSIKOLOGI KLINIS MAKRO DI INDONESIA


KONSELING BERJENJANG DALAM MANAJEMEN STRES
SEBAGAI TERAPAN PSIKOLOGI KLINIS MAKRO
DI INDONESIA

Ieda Poernomo Sigit Sidi


I. Pendahuluan

Kondisi dan situasi yang dijumpai/dialami seseorang dalam menjalani kehidupan memengaruhi kondisi kesehatan mental, di antaranya bisa menimbulkan stresor atau penyebab dialaminya stres, yaitu tekanan mental yang dirasakan mengganggu keseimbangan emosional dan karenanya dapat mengganggu dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk dirinya maupun orang lain/lingkungan. Stres yang dialami memerlukan penanganan yang tergantung gradasinya akan menentukan macam pertolongan yang diperlukan. Ada penanganan stres yang bisa dilakukan oleh non-profesional namun ada pula yang harus ditangani secara profesional. Bantuan profesional diperlukan bagi mereka yang mengalami stres berat karena dapat menimbulkan gangguan anxietas dan psikosomatis. Sedangkan gangguan stres yang termasuk kategori ringan bisa saja ditangani oleh non-profesional yang sudah terlatih. Stres yang tergolong sedang bisa dibantu oleh tenaga semi-profesional.

Stres dimaknai sebagai tekanan psikologis yang bisa ditimbulkan oleh faktor di dalam maupun di luar diri. Arti stres secara rinci diuraikan sebagai berikut,

The word ‘stress’ has come to signify the whole subject of pressure and/or stimulation and how people cope with it. An optimal amount of pressure is considered necessary for healthy adaptation: people are motivated to negotiate, anticipate, avoid or enjoy certain stressors. Too little pressure may fostervboredom and depression. Too much pressure (heavy workload, trauma, divorce, financial hardship, etc) can test coping resources severely. The experience of chronically high stress levels can create anxiety and psychosomatic illness.

(Feltham & Dryden, 1993)


Manajemen stres perlu dikembangkan agar penanganan stres bisa dilakukan secara luas, melibatkan semua pihak terkait, di tiap lini, sesuai kemampuan dan kewenangannya. Konseling penanganan stres dilakukan sesuai area permasalahannya yang terbagi dalam penanganan segera (immediate services) dan penanganan biasa (regular services).

Feltham & Dryden (1993) mengemukakan tentang manajemen stres dalam uraian berikut:

Stress management has evolved out of the concern within organisations to address occupational stress (which has both human and organisational costs). Methods of stress management include reorganising one’s workload , assertively declaring one’s boundaries, challenging one’s traditional beliefs, and finding a healthy balance between work, home life, recreation, etc. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

PENINGKATAN STATUS MENTAL ATLET DIY DENGAN MENTAL TRAINING


PENINGKATAN STATUS MENTAL ATLET DIY DENGAN MENTAL TRAINING
Singgih Santoso
Universitas Gajah Mada
MATERI TEMU ILMIAH IPPI V

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Olahraga merupakan aktivitas yang bersifat multidimensional sehingga banyak faktor ikut berperan dalam mewujudkan keberhasilannya. Di samping faktor fisik, faktor mental pun memiliki peran yang sangat menentukan terutama ketika atlet melakukannya untuk
mencapai puncak prestasi dalam situasi yang sangat kompetitif. Di lapangan sering kita lihat seorang atlet atau tim yang sudah mempunyai kemampuan fisik yang baik, teknik yang sempurna, dan sudah dibekali berbagai taktik, tetapi tidak dapat mewujudkannya dengan baik di arena pertandingan/perlombaan, dan akhirnya mengalami kekalahan. Banyak ahli olahraga berpendapat bahwa tingkat pencapaian prestasi puncak sangat ditentukan oleh kematangan dan ketangguhan mental atlet dalam mengatasi berbagai kesulitan selama bertanding. Salah satu aspek kematangan mental ditentukan oleh tingkat kematangan emosi. Banyak atlet yang tidak sukses mewujudkan kemampuan
optimalnya hanya karena rasa cemas dan takut gagal yang berlebihan. Ketakutan atau kecemasan yang melampaui batas ambang control seseorang mengakibatkan kehilangan konsentrasi dan justru menurunkan kemampuannya. Ada lima kondisi yang menghambat pencapaian prestasi optimal yaitu: (1) takut untuk gagal; (2) takut akan penilaian negative; (3) khawatir terjadi cidera; (4) situasi yang tidak pasti, dan (5) takut untuk mencoba hal yang baru (Cox, 2002). Adapun tingkat kematangan emosi terdiri atas empat tahap yang saling berkaitan yaitu: (1) emotional awareness, (2) emotional acceptance, (3) emotional affection, dan (4) emotional affirmation (Martin, 2003). Pada prinsipnya tahap yang terdahulu menjadi dasar kuat untuk menuju tahap berikutnya. Tingkat kematangan emosi ini dapat diukur melalui serangkaian tes yang disebut Emotional Maturity Assessment (Martin, 2003). DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

PERBEDAAN TINGKAT KEBERMAKNAAN HIDUP ANTARA KELOMPOK PENGGUNA NAPZA DENGAN KELOMPOK NON-PENGGUNA NAPZA.


PERBEDAAN TINGKAT KEBERMAKNAAN HIDUP ANTARA KELOMPOK PENGGUNA NAPZA DENGAN KELOMPOK NON-PENGGUNA NAPZA.
Triantoro Safaria
Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Di Indonesia pada tahun 1980-an hanya terdapat 80.000 sampai 130.000 kasus penyalahgunaan napza, namun pada saat ini telah meningkat menjadi sekitar 5 juta kasus penyalahgunaan napza. Pemerintah melihat semakin berbahayanya persoalan napza ini, kemudian membentuk badan nasional untuk menanggulangi masalah napza ini. Hal ini dikemudian hari mendorong lembaga-lembaga swadaya masyarakat untuk ikut terlibat dalam menanggulangi masalah napza ini seperti Granat, kelompok No-Drugs, dan lain-lain. Kelompok yang menjadi sasaran napza ini adalah generasi muda
yang merupakan calon-calon pemimpin bangsa. Apa jadinya jika generasi muda tidak sibuk untuk meraih prestasi tertinggi, tetapi malah asik penyalahgunaan napza. Di antara generasi muda ini adalah mahasiswa yang sebenarnya merupakan calon intelektual yang akan memajukan pembangunan bangsa. Resiko terhadap HIV/AIDS juga mengancam para pecandu narkoba. Penggunaan narkoba dengan cara suntikan berisiko untuk menularkan penyakit karena biasanya jarum suntik digunakan secara bersama. Selain itu, jarum yang tidak steril dapat mengakibatkan berbagai kuman penyakit masuk tubuh dan menimbulkan infeksi di katup jantung, paru-paru, atau organ tubuh lainnya. Data sementara menunjukkan, 25 persen pengguna narkoba tertular HIV, dan 75-90 persen tertular Hepatitis B dan C. Sebanyak lima persen mengalami gangguan kejiwaan atau skizofrenia dan harus menjadi pasien rumah sakit jiwa (Kompas Cyber Media, 2002). Krisis makna hidup diduga juga ikut mendorong para remaja menggunakan narkoba. Keadaan hidup yang kosong dan hampa menyebabkan munculnya perasaan sepi dan bosan. Hal ini mendorong mereka mencari jalan pintas untuk mengatasinya. Melalui penggunaan narkoba mereka berusaha untuk memperoleh hidup yang bebas dari kecemasan, kekosongan dan kehampaan. Keadaan di atas ditegaskan oleh Frankl (1977; dalam Koeswara, 1992; Bastaman, 1996). DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

BUNUH DIRI (Studi Kasus Tentang Etiologi Dan Profil Kepribadian Remaja Dengan Percobaan Bunuh Diri)


BUNUH DIRI (Studi Kasus Tentang Etiologi Dan Profil Kepribadian Remaja Dengan Percobaan Bunuh Diri)
Ichlas Nanang Afandi
Diah Karmiyati
Cahyaning Suryaningrum
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang

PENDAHULUAN

Bunuh diri dewasa ini menjadi suatu trend. Jumlah kasus bunuh diri bertambah tiap tahun. Jika dulu bunuh diri hanya marak terjadi di dunia barat, maka kasus serupa menjadi begitu mudah kita jumpai di Indonesia. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya, selama tahun 2003 tercatat ada 62 kasus bunuh diri. Jumlah tersebut lebih besar tiga kali lipat dibanding kasus serupa selama tahun 2002. Sementara pada Tahun 2004 hingga bulan Juni terdapat 38 kasus (Alia, September 2005). Di dunia barat sendiri, data penelitian yang dikemukakan oleh Marcott (dalam Nasution, 2003) menyebutkan jika dari 20 kasus percobaan bunuh diri di Amerika, ada satu kasus bunuh diri yang sukses. Lebih lanjut, 2,9 % populasi penduduk Amerika Serikat pernah melakukan percobaan bunuh diri, dan setidaknya ada 1.760 kasus percobaan bunuh diri perhari. Pada tahun 2001, setidaknya ada sekitar 3.971 kasus bunuh diri dan lebih dari 132.000 kasus percobaan bunuh diri di Amerika Serikat. Penelitian tentang bunuh diri sendiri telah banyak dilakukan, baik mengenai epidemiologi, faktor risiko (etiologi), terapi maupun prevensi. Namun untuk Indonesia, hal ini masih sangat terbatas (Fajar, Minggu 6 November 2005).
Salah satu fase perkembangan yang berisiko tinggi terjadinya perilaku bunuh diri adalah fase remaja-dewasa awal. Hal ini dapat dimengerti mengingat fase remaja-dewasa awal, merupakan fase perkembangan yang stresornya sangat banyak. Penelitian-penelitian tentang bunuh diri atau percobaan bunuh diri, juga banyak difokuskan pada usia remaja. Stuart dan Sundeen (dalam Keliat, 1994) menyatakan bahwa usia remaja merupakan usia di mana bunuh diri menjadi penyebab kematian nomor dua. Data tahun 1994 di Australia, menyebutkan jika paling kurang ada sekitar 430 penduduk Australia berusia 15-24 tahun. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

STIMULASI PRENATAL : MENDIDIK ANAK SEJAKDALAM KANDUNGAN ( Belajar dari Budaya Sabar lan Prihatin dan Budaya Ora Ilok Di Jawa )


STIMULASI PRENATAL : MENDIDIK ANAK SEJAKDALAM KANDUNGAN ( Belajar dari Budaya Sabar lan Prihatin dan Budaya Ora Ilok Di Jawa )
Herdina Indrijati
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
MATERI TEMU ILMIAH IPPI V

1. Pendahuluan
Pada saat kita hamil, ingatkah dulu kita pada petuah ibu atau nenek kita bahwa selama kita hamil maka banyak pantangan yang harus kita taati dan banyak anjuran yang harus kita jalankan. Misalnya saja ibu kita pernah berkata “Nek mbobot kudu sabar lan prihatin, ben anakmu yo melu sabar. Nek kowe ora sabar, mengko anakmu yo mesti melu ora sabaran” (Kalau hamil harus sabar, biar anak kita ikut sabar. Kalau ibunya tidak sabar maka nantinya anak kita juga mesti tidak sabaran). Atau kita selalu diingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang negatif (dalam budaya Jawa disebut ora ilok), misalnya ”ojo mateni kewan” (jangan membunuh hewan, ”ojo lungguh ning tengah lawang” (jangan duduk di pintu), dan masih banyak lagi yang lainnya. Sebenarnya, hikmah luhur apakah yang
ada dibalik budaya tersebut? Pada dasarnya ajaran dan pantangan dalam budaya Jawa tersebut amatlah menghargai kondisi kehamilan seorang wanita. Begitu istimewanya masa kehamilan seorang ibu sehingga harus diberikan batasan-batasan yang tujuannya adalah mendidik anak sejak dari dalam kandungan dengan harapan si janin akan berkembang dengan sehat kondisi lahir dan batinnya. Sebenarnya bagaimanakah hubungan antara budaya saba/prihatin dan ora ilok tersebut dalam kaitannya dengan
stimulasi prenatal? DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

POLA PENGASUHAN KELUARGATERHADAP ANAK TERBELAKANG MENTAL: STUDI KASUS SEBUAH KELUARGA DI INDONESIA


POLA PENGASUHAN KELUARGATERHADAP ANAK TERBELAKANG MENTAL: STUDI KASUS SEBUAH KELUARGA DI INDONESIA
Wiwin Hendriani
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
MATERI TEMU ILMIAH IPPI V


PENDAHULUAN
Tidak semua individu dilahirkan dalam keadaan normal. Beberapa di antaranya memiliki keterbatasan baik secara fisik maupun psikologis, yang telah dialami sejak awal masa perkembangan. Keterbelakangan mental adalah salah satu bentuk gangguan yang dapat ditemui di berbagai tempat, dengan karakteristik penderitanya yang memiliki tingkat kecerdasan di bawah rata-rata (IQ di bawah 75), dan mengalami kesulitan dalam beradaptasi maupun melakukan berbagai aktivitas sosial di lingkungan. Penderita keterbelakangan mental memiliki fungsi intelektual umum yang secara signifikan berada di bawah rata-rata, dan lebih lanjut kondisi tersebut akan memberikan pengaruh terhadap terjadinya gangguan perilaku selama periode perkembangan (Hallahan & Kauffman, 1988).
Masalah keterbelakangan mental, seperti dikemukakan oleh Budhiman (dalam Sembiring, 2002), memang perlu mendapatkan perhatian mengingat sejumlah tulisan sejak periode 1981 telah mengemukakan bahwa keterbelakangan atau retardasi mental merupakan masalah yang cukup besar di Indonesia, meskipun tetap diakui tidak ada data yang lengkap dan pasti tentang jumlah mereka di negara ini. Ketidaklengkapan data tersebut dimungkinkan karena tidak semua penderita dapat tercatat. Selama ini pencatatan sebatas dilakukan pada penderita yang datang berobat atau memeriksakan diri, serta mereka yang terdaftar di sekolah-sekolah luar biasa. Terlepas dari bagaimanapun kondisi yang dialami, pada dasarnya setiap manusia memiliki hak yang sama untuk memperoleh kebahagiaan dalam hidupnya. Setiap orang berhak untuk tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang kondusif dan suportif, termasuk bagi mereka yang mengalami keterbelakangan mental. Akan tetapi realita yang terjadi tidaklah selalu demikian. Di banyak tempat, baik secara langsung maupun tidak, individu berkebutuhan khusus ini cenderung ‘disisihkan’ dari lingkungannya. Penolakan terhadap mereka tidak hanya dilakukan oleh individu lain di sekitar tempat tinggalnya, namun beberapa bahkan tidak DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

MEMAHAMI KEARIFAN LOKAL PADA PERMASALAHAN CHILD MALTREATMENT


MEMAHAMI KEARIFAN LOKAL PADA PERMASALAHAN CHILD MALTREATMENT
Oleh: Duta Nurdibyanandaru
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga
MAKALAH TEMU ILMIAH IPPI V

ABSTRAK
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk dan hidup dalam kemajemukan budaya dan pranata sosial. Saat ini beberapa wilayah Indonesia, tengah dilanda bencana, baik akibat ulah manusia maupun yang alami. Hal ini sudah tentu menambah permasalahan bagi keluarga yang tertimpa musibah atau akibat bencana tersebut maupun masyarakat pada umumnya. Bagaimana mereka menyikapi hal tersebut, bergantung pada bagaimana mereka memberi makna atau memaknainya. Pemberian
makna atas suatu peristiwa atau kejadian diwarnai oleh budaya yang berlaku dan mempengaruhi pemaknaan orang bersangkutan atas segala peristiwa yang dialami dalam kehidupan mereka. Demikian pula dengan masalah maltreatment pada anak. Sering kali kita sebagai psikolog yang notabene dididik dengan konsep dan model-model asesmen hingga intervensi dari Barat, beranggapan bahwa hal tersebut pasti sesuai diterapkan untuk kasus-kasus di Indonesia. Dalam prakteknya, maltreatment yang mencakup aspek emosi dari abuse tidak semudah itu dipahami. Hadiyono (2000: 33-55), dalam beberapa penelitiannya mengenai emosi dan ekspresinya dalam masyarakat, menemukan bahwa mengenai emosi (termasuk ekspresinya) dan komunikasi nonverbal, baik di Indonesia dan di luar Indonesia, banyak yang perlu dipertimbangkan menyangkut pengertian pada tiap budaya mengenai kedua istilah tersebut. Nichols (2004) dari pengalaman mengajar dan praktek terapi keluarga menengarai adanya dua pemaknaan oleh orang tua terhadap arguing (berbantahan) oleh anak, yang dapat mengarah ke maltreatment, yakni: (a) “To present reasons for point of view” dan “to persuade by reason” atau (b) “isn’t an exercise in reasoning; it’s emotional bullying”. Di sebagian masyarakat kita, berbantahan dengan orang tua atau orang yang dituakan adalah hal tabu, bahkan dicap anak durhaka (sekalipun untuk alasan butir a. tersebut). Jika kita melangkah dengan kerangka berpikir ecosystem dari Urie Bronfenbrenner (Santrock, 2004) dalam mencermati masalah child maltreatment, maka nasehat Fontes (2005) DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

TEMBANG MACAPAT (RAGAM TEMBANG JAWA) SEBAGAI STIMULATOR UNTUK PENINGKATAN SENSITIVITAS EMOSI


TEMBANG MACAPAT (RAGAM TEMBANG JAWA) SEBAGAI STIMULATOR UNTUK PENINGKATAN SENSITIVITAS EMOSI
Suryanto
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga


LATAR BELAKANG
Bentuk-bentuk emosi kian merupakan isu-isu sentral di jaman modern, namun mungkin juga mereka telah menjadi isu-isu kritis di berbagai era. Para pujangga, nabi-nabi, dan para filsuf di semua jaman telah mengenali signifikansi dari bentuk-bentuk emosi di dalam kehidupan pribadi maupun permasalahan sosial, arti dari sebentuk emosi spesifik —sekurangkurangnya dalam konteks ekspresi verbal — yang tampak sepertinya tak kenal jaman
(http://groups.google.co.id/group/soc.culture.indonesia/browse_thread/thre ad/1d340864e5e1d69f/7415537d663a459b?lnk=st&q=seni+dan+emosi&r num=2&hl=id#7415537d663a459b). Pentingnya emosi bagi manusia tidak saja dikaitkan dengan regam dan ekspresi emosi semata, melainkan juga dari aspek efek emosi tersebut bagi diri individu maupun orang lain yang ada disekitarnya. Secara individu seseorang akan dapat senang dan sedih menghadapi realitas hidup yang dihadapinya. Di sisi orang lain, emosi seseorang dapat mengakibatkan kebahagiaan atau kesedihan orang lain terhadap orang yang beremosi dalam ketika interaksi sosial.
Ada berbagai macam bentuk emosi. Teori Evolusioner tentang emosi mencoba mengidentifikasi emosi primer manusia. Teori ini mencoba menjelaskan bahwa emosi umumnya berasal dari rekasi seseorang terhdap suatu rangsang atau stimuli. Emosi-emosi tersebut antara lain: takut (fear), marah (anger), nikmat (enjoyment), kaget (surprise), malu (shame), tertekan (disstress) (Weiten, 1992 dan Shaffer, 1985). Mengalami dan memahami emosi dalam interaksi sosial tidak mudah. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kepekaan akan emosi. Kepekaan emosi (emotional sensitivity) merupakan unsur yang sangat penting dalam interkasi sosial. Orang yang tidak sensitif akan cenderung kurang memahami orang lain dan juga cenderung selah dalam merespon emosi orang lain. Akibatnya ia bisa menjadi korban emosi orang lain.
Kepekaan akan emosi adalah unsur yang penting guna mengerahkan kepribadian dan meningkatkan kualitas hidup. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

PROGERIA : SUATU GANGGUAN PERKEMBANGAN ANAK (Studi Longitudinal Tahun II)


PROGERIA : SUATU GANGGUAN PERKEMBANGAN ANAK (Studi Longitudinal Tahun II)
Yeniar Indriana
Program Studi Psikologi FK UNDIP Semarang
MATERI TEMU ILMIAH IPPI V

PENDAHULUAN

Progeria adalah suatu bentuk kelainan yang sangat jarang terjadi. Di Indonesia ditemukan hanya satu-satunya kasus hingga saat ini dan penderitanya adalah seorang gadis yang hampir berusia 11 tahun. Penelitian ini dilakukan terakhir kali pada bulan Januari 2006 dan dua bulan kemudian panderita meninggal dunia tepatnya tanggal 30 Maret 2006 yang lalu, lima hari sebelum hari ulang tahunnya yang ke sebelas. Penulis melakukan studi kasus Progeria ini sejak dua tahun yang lalu saat penderita berusia 9 tahun. Studi kasus ini penulis lakukan secara longitudinal setiap tahun dan berikut ini adalah kupasan penelitian tersebut untuk tahun yang kedua atau tahun terakhir. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari bagaimana perkembangan aspek-aspek psikologis pada penderita progeria selama dua tahun ini. dan apakah sama atau berbeda dengan anak-anak lain seusianya. Progeria berasal dari bahasa Latin Geras yang artinya usia tua. Penderita progeria mengalami penuaan dini dengan kecepatan empat sampai tujuh kali lipat dari proses penuaan normal. Jadi apabila penderita berusia 11 tahun, maka penampilannya akan tampak seperti orang yang berusia 44 – 77 tahun. Artinya, semua organ tubuh penderita termasuk organ pernapasan, jantung, maupun sendi-sendinya sudah mengalami kerentaan. Kasus progeria pertama kali ditemukan oleh Dr. Jonathan Huchkinson pada tahun 1886. Beberapa gejala klinis yang tampak antara lain adalah rambut rontok dan tidak tumbuh lagi, pembuluh darah di bagian kepala tampak jelas, jaringan lemak di bagian bawah kulit menghilang sehingga kulit menjadi keriput, kuku tidak tumbuh sempurna dan rapuh. Gigi tumbuh tidak sempurna, bahkan beberapa penderita progeria tidak mempunyai gigi atau giginya tidak tumbuh1. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

PENGARUH MUSIK GAMELAN TERHADAP EMOSI BAYI BARU LAHIR


PENGARUH MUSIK GAMELAN TERHADAP EMOSI BAYI BARU LAHIR
Johanna Natalia
Fakultas Psikologi Universitas Surabaya
MATERI TEMU ILMIAH IPPI V

PENDAHULUAN
Tahun-tahun pertama kehidupan bayi merupakan masa kritis dalamperkembangan kepribadiannya. Emosi bayi dapat dipandang sebagai bentuk komunikasi antara bayi dengan orang lain tentang perasaanperasaannya, kebutuhan-kebutuhannya, dan keinginan-keinginannya (Hetherington dan Parke, 1983). Komunikasi emosi dapat dilihat dari ekspresi wajah dan mendengar nada suara (Carlson, 1986). Saat bayi dilahirkan, ia harus melakukan berbagai penyesuaian dari lingkungan dalam rahim ibunya ke lingkungan di luar rahim ibunya. Ini berarti bahwa ia yang tadinya hidup sebagai parasit dan bergantung mutlak pada ibunya harus menyesuaikan diri untuk hidup mandiri (Hurlock, 1988). Ia harus belajar hidup dengan kemampuannya sendiri yaitu menghirup udara, menghisap air susu, dan melatih fungsi jasmani dan rohaninya. Ia harus mempertahankan hidupnya dengan kesanggupannya sendiri. Dengan demikian peristiwa kelahiran menyebabkan efek psikologis yang mengejutkan bagi bayi hingga terjadi semacam trauma psikis (luka jiwa) yang akan dibawanya sepanjang hayat (Kartono, 1979). Jadi kelahiran merupakan peristiwa yang paling dramatis dalam hidup (Jonxie et al., 1964). Oleh sebab itu penting untuk mengetahui tentang seluk-beluk kelahiran. Tidak hanya mengerti fisiologi periode neonatal tetapi juga bagaimana memberikan perlakuan yang lebih baik pada bayi selama dan sesudah kelahiran (Jonxie et al., 1964). Dengan demikian bayi yang baru dilahirkan tadi dapat menyesuaikan dirinya dengan lebih baik. Proses kelahiran meruakan pengalaman pertama seseorang dihadapkan pada masalah penyesuaian diri (Atmodiwirjo dalam Gunarsa & Gunarsa, 1989). Sarwono (1980) mengatakan bahwa setiap bayi setelah dilahirkan harus menyesuaikan diri dari kehidupan intra uterin ke kehidupan extra uterin. Hambatan-hambatan ini dapat menyebabkan terjadinya penyulit-penyulit pada bayi. Proses penyesuaian diri ini ternyata amat kompleks. Janin yang belum dilahirkan sistem sirkulasi darahnya sangat berbeda dengan system sirkulasi darah bayi yang sudah lahir. Perubahan ini harus terjadi dalam beberapa menit saja.DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

INTERNALISASI NILAI-NILAI HIDUP BEBAS REMAJA PENYALAHGUNA NAPZA MELALUI RETRIEVAL MEMORI OTOBIOGRAFI


INTERNALISASI NILAI-NILAI HIDUP BEBAS REMAJA PENYALAHGUNA NAPZA MELALUI RETRIEVAL MEMORI OTOBIOGRAFI
Eny Purwandari
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta
MATERI TEMU ILMIAH IPPI V


PENDAHULUAN
Manusia di dalam perkembangannya melewati tahapan usia yang tidak bisa dibandingakan antara tahapan satu dengan tahapan lainnya. Pada tiap tahapan usia tersebut mempunyai keunikan dan development task yang berbeda. Remaja sebagai salah satu sebutan sebuah tahapan usia mempunyai masalah tersendiri. Menurut Raphael, 1996 (dalam Afiatin, 2003) menyatakan ada tujuh problem utama kesehatan remaja yakni : merokok, penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan, keselamatan di jalan, kesehatan seksualitas, aktifitas fisik, gizi dan berat badan, bunuh diri, dan kesehatan mental. Pada tulisan ini lebih difokuskan pada remaja yang bermasalah sebagai penyalahguna alkohol dan obat-obatan (NAPZA). Fenomena remaja pemakai NAPZA, keberadaannya bukan menjadi rahasia umum lagi. Hasil penelitian Purwandari (2004) menyebutkan bahwa 87,5% remaja pertama kali memakai NAPZA pada usia SLTP. Data kualitatif lain yang penulis dapatkan sebagai field test menyatakan bahwa pemakai NAPZA yang sudah mengikrarkan ingin sembuh kebanyakan setelah memakai 4 – 7 tahun. Sebuah jangka waktu yang tidak sebentar dalam perjalanan hidup manusia. Apabila dihitung dengan matematis berdasarkan data tersebut maka : usia SLTP ± 14 tahun + 7 tahun = 21 tahun. Rentang waktu 21 tahun tersebut tentunya telah banyak hal-hal, peristiwa, angan-angan, ide, dan bentuk lain yang tersimpan
dalam memori.
Memori adalah sebuah sistem penyimpanan informasi pada diri manusia yang berkaitan dengan peristiwa masa lalu. Menurut Sterrnberg (1999) memori diartikan sebagai gambaran dari pengalaman yang telah dilalui dengan informasi yang dapat diketahui pada saat ini. Sebagai sebuah proses, memori merupakan mekanisme yang dinamis yang dipanggil kembali dari pengalaman yang sudah berlalu (Crowder, 1976 dalam Sternberg, 1999). Memori ini tentunya juga dimiliki oleh remaja penyalahguna NAPZA.
DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

Jumat, 17 April 2009

FGD UNTUK KEPERLUAN SELEKSI DAN PENEMPATAN


Beberapa hari yang lalu, seorang teman yang bekerja sebagai staf manajer HRD pada salah satu perusahaan di Jakarta Pusat meminta kepada saya untuk mengirim materi FGD karena dia akan melakukan seleksi pada beberapa orang untuk posisi kepala bidang. Karena kesibukan saya di sekolah, baru sekarang saya dapat memenuhi permintaan teman tersebut. Muda-mudahan belum terlambat dan bermanfaat.

PROSEDUR PELAKSANAAN
1. Jumlah subjek maksimal 40 orang.
2. Subjek dibagi menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok maksimal 10 orang agar memudahkan dalam proses observasi.
3. Setiap kelompok diawasi oleh 1 orang observer untuk mencatat selama proses FGD.
4. Satu orang sebagai fasilitator.
5. Fasilitator hanya memfasilitasi jalannya FGD bukan menghakimi.

PERALATAN YANG DIPERLUKAN
1. Laptop dan LCD Projector;
2. Atau bisa menggunakan papan tulis.

INSTRUKSI
Berikut ini adalah beberapa kelompok profesi:
Petani
Tukang kayu
Kuli batu
Guru
Pemuka agama
Dokter
Abri
Polisi
Ibu hamil
Pekerja Seks Komersial
Artis
DPR
Orang-orang dengan profesi tersebut diatas sekarang berada dalam bahaya, karena sebentar lagi bumi akan diserang oleh planet lain dan semua akan hancur. Ada sebuah planet yang dapat digunakan sebagai tempat untuk memulai kehidupan yang baru. Masalahnya hanya ada satu peswat dan hanya bisa ditumpangi oleh 5 orang saja. Diskusikan dengan kelompok anda ! siapa 5 orang yang akan dibawah untuk memulai kehidupan baru di planet tersebut, waktu yang tersedia hanya 15 menit !!!

PENTING

Setelah waktu 15 menit terlewati fasilitator kemudian meminta pada masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasil diskusinya dalam forum besar (diskusi antar kelompok). Tugas fasilitator adalah memfasilitasi kelompok-kelompok yang ada agar dapat membuat satu keputusan, siapa 5 orang yang akan dibawa untuk memulai kehidupan di planet yang baru.

Catatan: Untuk keperluan seleksi dan penempatan, selama proses FGD berlangsung observer harus mengobservasi dan mencatat perilaku masing-masing individu untuk menentukan siapa orang-orang yang memenuhi kriteria kompetensi yang telah dibuat sesuai dengan posisi atau jabatan yang ditawarkan.

Catatan: Di sekolah materi FGD ini juga bisa digunakan sebagai metode untuk memilih ketua osis atau ketua kelas.

Semoga bermanfaat.



Continue Reading...
 

Daftar Blog

Daftar Blog

  • PROGRAM BANGKIT - Telah di buka Program Bangkit dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang merupakan program pembinaan talenta digital untuk mahasiswa ...
    4 tahun yang lalu

Daftar Blog

suhadianto.blogspot.com Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template