Selasa, 31 Maret 2009

AVANT BROWSER MEMANG OKE BANGET



Beberapa bulan yang lalu aku memperoleh informasi dari seorang teman, kata temanku tersebut HP yang dilengkapi dengan fasilitas GPRS dan kabel data dapat digunakan sebagai modem untuk mengakses internet melalui PC. Karena penasaran akupun langsung mencobanya, kebetulan aku punya HP “murahan” (bagi mereka yang berduit dan doyan jajan HP he he he…..) SE K320i, gimana gak murahan untuk memiliki HP SE K320i ini aku cukup mengeluarkan uang 750 ribu (tapi uang segitu buat aku sudah sangat banyak….apalagi hanya untuk beli HP…kalau dibelikan krupuk upil sudah dapat berapa he he he). Meskipun HP tersebut tergolong “murahan” tetapi sudah dilengkapi fasilitas GPRS dan kabel data, dan satu lagi HP tersebut saat beli juga sudah disertai CD program PC Suite. Singkat cerita HP SE K320i ini sudah support untuk digunakan sebagai modem. Ini namanya HP “murahan” tapi memuaskan.

Terus terang aku sangat “girang” setelah tau kalau HP SE K320i yang aku miliki bisa digunakan sebagai modem, karena selama ini kalau posting aku mesti harus ke warnet alias warung internet. Tapi kegiranganku tiba-tiba berubah menjadi kebingungan dalam waktu sekejap, gimana tidak, program, SE PC Suite sudah aku install dan HP sudah siap untuk digunakan sebagai modem tetapi saat kucoba koneksi internet melalui Mozzila Firefox, Internet Exploler (IE), dan Opera selalu gagal. Karena penasaran dan semangat yang menggebu gebu (memang sudah menjadi cirikhas aku, suka tantangan he he he), akhirnya aku putuskan untuk mencari informasi melalui Om Google. Setelah melalui perjuangan panjang, hampir seharian aku mencari informasi setting HP untuk modem, coba dan mencoba atau trial and error (kata Pavlov dan kawan-kawan dalam teori psikologi behavioristik he he he) akhirnya aku menemukan jawabannya dan ….HP “ SE K320i yang aku miliki sudah berfungsi sebagai modem.

Langkah settingnya sebagai berikut:
1. Aktifkan dulu GPRS di HP kamu. Untuk IM3 cukup dengan SMS ke 3000. Caranya ketik GPRS (spasi) Merek HP (spasi) Tipe HP kirim ke 3000. Untuk kartu lain aku kurang tau (cari sendiri biar otaknya tokcer he he he).
2. Instal program PC Suite (untuk SE K320i sudah disertai CD PC Suite saat pembelian). Kalau HP kamu belum disertai kabel data dan support untuk modem, cari saja kebel data plus CD PC Suitenya di counter-counter HP. Beberapa hari yang lalu adik kelasku di Program Studi Psikologi IAIN beli kabel data plus CD PC Suite untuk HP Nokia harganya 80.000. Lumayan mahal sih, tapi informasi yang nanti kita peroleh juga lebih mahal he he he jadi ngelantur.
3. Setting Dial UP Internet di PC kamu. Ada dua langkah:
a. Pertama setting Network, langkahnya:
1) Buka Control Panel, klik dari tombol Start.
2) Klik Network and Internet Connection.
3) Klik Creat New Connection, Klik Next.
4) Pilih Connect to the Internet, Klil Next,
5) Pilih Setup My Connection Manually, Klik Next.
6) Pilih Connect Using Dial Up Modem, Klik Next.
7) Isi nama koneksinya: IM3, klik Next.
8) Ketikkan nomor teleponnya, yaitu *99***1#, Klik Next.
9) Ketikkan Username yaitu GPRS.
10) Ketikkan Paswordnya, yaitu im3.
11) Ulangi Pasword diatas di kolom berikutnya., Klik Next.
12) Beri cek pada Add a shortcut to this connection to my desktop.
13) Klik Finish.
b. Memberikan Extra Command pada modem.
1) Buka Control Panel.
2) Buka Phone and Modem Setting (jika icon ini tidak muncul, klik dulu Switch to Classic Wiev, letak kiri atas).
3) Klik Tab Modem, pada kotak dialog Phone and Modem Setting.
4) Klik nama modem yang tertera (modem yang hendak kita pakai, missal dalam contoh ini aku mengklik modem SE K320i), lalu klik properties.
5) Pada kotak dialog berikut, klik tab Advanced.
6) Pada baris Extra Initialization Command, ketik teks berikut: at+cgdcont=1,”ip”,
www.indosat-m3.net
7) Klik OK.
8) Selanjutnya double klik Shortcut Diap UP im3 yang ada di desktop kompie. Kalau pake time based username and password: indosat@durasi,. Kalau pake volume based username: gprs, password: im3.

Meskipun HP SE K320i kepunyaanku sudah bisa digunakan sebagai modem. Tapi…ternyata masalahku belum selesai. Bagaimana tidak, meskipun IM3 sudah memasang tarif Rp 1/kb, tetapi tetap saja mahal kalau kita gunakan untuk membuka web yang banyak gambarnya, apalagi kalau ada flas-nya. Lebih-lebih kalau digunakan download…bisa kering kantong kita he he he. Untuk mensiasati hal itu aku menggunakan bantuan web yang menyediakan jasa kompres, aku biasa menggunakan skweezer.com (caranya mudah banget…kalau mau membuka web apapun, terlebih dahulu kita harus membuka skweezer, baru kemudian kita buka web yang kita inginkan dari skweezer ini) dengan menggunakan jasa skweezer satu jam cuma habis 1000 murah banget. Tetapi tetap terasa tidak asyik, karena dengan menggunakan skweezer web yang kita buka hanya menampilkan tulisan saja dan kalau untuk keperluan posting sangat tidak mendukung, meskipun kita bias masuk ke blogspot (tapi kalau untuk download informasi pasti oke banget).

Karena tarif per kb-nya masih mahal. Keinginanku untuk tidak posting di internet belum bisa tercapai. Memang indosat sudah menawarkan program IM2 dengan harga super murah untuk pengguna internet Dial UP, tapi loadingnya sangat lambat, apalagi kalau dipakai posting, bisa bikin kepala pusing he he he. Nah…… setelah memutar otak untuk mencari solusinya, akhirnya aku temukan solusi itu di Avant Browser. Mungkin para pembaca masih asing dengan dengan Avant Browser karena memang tidak sepopuler Mozzila Fiferox, Opera dan IE. Tapi soal kehebatannya para pembaca tidak perlu ragu, web browser dengan latar belakang warna biru ini memiliki kecepatan yang lebih dibanding Firefox (lebih-lebih kalau kita internet dengan modem HP, Avant sangat mendukung). Selain itu Avant sudah dilengkapi Flash Plugin jadi tidak perlu install-instal plugin lagi kayak Firefox. Pokoknya Avant hebat banget…..pembaca coba sendiri deh kehebatannya…nanti dikirain sponsor lagi he he he. Bukti kehebatannya adalah posting ini. Perlu pembaca tau, ini adalah posting pertmaku menggunakan HP SE K320i sebagai modem dan ini semua tidak bisa terealisasi tanpa bantuan Avant Browser. Pokoknya buat aku, untuk saat ini yang paling hebat adalah Avant, baru Firefox he he he.
Cara download…ketik saja download avant di om google soalnya aku lupa mencatat alamat web tempat aku download he he he…. Semoga bermanfaat.





KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

Selasa, 24 Maret 2009

MEMOTIVASI SISWA DENGAN GAMBAR

Pembaca suhadianto.blogspot.com yang budiman. Pada posting kali ini saya akan berbagi beberapa gambar pada para pembaca. Bukan gambar artis lho... he he he. Gambar yang saya maksud adalah gambar yang dapat digunakan sebagai media untuk memotivasi siswa atau rekan kerja yang sedang mengalami depresi akibat kegagalan-kegagalan yang dialami. Klik gambarnya untuk memperbesar, semoga bermanfaat.







Continue Reading...

Senin, 23 Maret 2009

MUSIK UNTUK MENGHILANGKAN DEPRESI


Thank, Deevy buat kunjungannya. Depresi........di era yang serba susah begini memang banyak banget orang depresi, sayang Devi tidak menjelaskan permasalahan yang sedang Devi hadapi, jadi saya tidak dapat memberikan solusi.....kalau musik untuk depresi, coba aja gunakan musik kitaro, setau saya musik ini sangat membantu untuk keperluan relaksasi dan menghilangkan stress. Tapi yang lebih tepat untuk menghilangkan depresi tentu harus dengan cara konsultasi atau membicarakan permasalahan yang sedang Devi hadapi dengan sahabat yang dapat dipercaya atau dengan profesional, dengan begitu Devi dapat meluapkan permasalahan-permasalahan yang sedang Devi hadapi dan memperoleh masukan-masukan sebagai cara penyelesaian. Mungkin Devi bisa menceritakan permasalahanm Devi di rubrik konsultasi pada blog ini, siapa tau saya bisa membantu.
Continue Reading...

Minggu, 22 Maret 2009

PENTINGNYA PENGUASAAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN BAGI PARA GURU


Tujuan pendidikan Nasional sebagaimana telah diamanatkan oleh Undang Undang Dasar 1945 adalah sebagai upaya mencerdaskan generasi-generasi bangsa yang nantinya akan menjadi penerus perjuangan generasi terdahulu dalam mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia menuju bangsa yang berbudi luhur dan berkesejahteraan sosial.
Namun demikian untuk mencapai tujuan pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh UUD 1945 diatas, bukanlah merupakan suatu hal yang mudah untuk diraih. Realitas globalisasi dan modernisasi dilengkapi dengan perkembangan teknologi yang begitu pesatnya, diakui atau tidak telah memberi dampak negatif yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan dampak positif yang ditimbulkan terhadap perkembangan para generasi bangsa ini, dan selanjutnya hal ini akan dapat menghambat pencapaian tujuan pendidikan sebagaimana diamatkan oleh UUD 1945 diatas.
Dampak negatif dari globalisasi, modernisasi dan perkembangan teknologi yang begitu pesatnya terhadap perkembangan generasi-generasi bangsa ini tentunya bukan merupakan rahasia lagi. Hampir tiap hari kita disuguhi dengan informasi-informasi mengenai pelajar yang membolos sekolah dan keluyuran dijalanan atau berada di tempat penyewaan Play Station (Memorandum, 11 Maret 2008), pelajar yang terlibat perkelahian (News.okezone.com), pelajar yang terlibat perilaku seks bebas (http:www.bkkbn.go.id), pelajar yang terlibat penyalah gunaan NARKOBA (http:www.bkkbn.go.id) dan masih banyak lagi.

Realitas perilaku para pelajar sebagaimana telah digambarkan diatas, jelas sangat menuntut keterampilan para tenaga pendidik dalam memahami perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik para pelajar jika menginginkan para pelajar tersebut tidak gagal di bangku sekolah dan tidak kehilangan masa depan mereka. Disinilah pentingnya penguasaan psikologi pendidikan bagi para tenaga pendidik dan disinilah pentingnya peran seorang Psikolog dalam dunia pendidikan.

Arthur S. Reber, 1988 seorang guru besar psikologi di Brooklyn College, University of New York City, University of British Columbia Canada, dan University of Innsbruck Austria (dalam Syah, 2001) mendefinisikan psikologi pendidikan sebagai subdisiplin ilmu psikologi yang berkaitan dengan teori dan masalah kependidikan yang berguna dalam hal-hal sebagai berikut:
1. Penerapan prinsip-prinsip belajar dalam kelas.
2. Pengembangan dan pembaruan kurikulum.
3. Ujian dan evaluasi bakat dan kemampuan.
4. Sosialisasi proses-proses dan interaksi proses-proses tersebut dengan pendayagunaan ranah kognitif.
5. Penyelenggaraan pendidikan keguruan.

Tadrif, 1987 (dalam Syah, 2001) mendefinisikan psikologi pendidikan sebagai bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan. Adapun ruang lingkupnya, meliputi:
1. Context of teaching and learning (situasi atau tempat yang berhubungan dengan mengajar dan belajar).
2. Process of teaching and learning (tahapan-tahapan dalam mengajar dan belajar); dan
3. Outcomes of teaching and learning (hasil-hasil yang dicapai oleh proses mengajar dan belajar).
Senada dengan gagasan Tadrif diatas Santrock (2007) menegaskan psikologi pendidikan adalah cabang ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan dan merupakan bidang yang sangat luas, mencakup bagaimana mendesain lingkungan fisik kelas?, bagaimana menciptakan lingkungan yang positif untuk pembelajaran?, bagaimana menghadapi perilaku bermasalah?, bagaimana memahami gaya belajar dan gaya berfikir siswa?, bagaimana mendeteksi kemampuan belajar siswa?, bagaimana memotivasi siswa?, bagaimana cara penggunaan pendekatan behavioral, kognitif dan sosial dalam pembelajaran? dan masih banyak lagi.

Berangkat dari beberapa definisi dan ruang lingkup psikologi diatas, kiranya telah cukup jelas bahwa pengetahuan tentang psikologi pendidikan sangatlah diperlukan dalam upaya mencapai tujuan pendidikan nasional. Menurut Lindgren sebagaimana dikutip Surya (1982), manfaat psikologi pendidikan ialah untuk membantu para tenaga pendidik dalam mengembangkan pemahaman mengenai kependidikan dan prosesnya. Sementara itu Chaplin (1972) menitik beratkan psikologi pendidikan untuk memecahkan masalah-masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan dengan cara menggunakan metode-metode yang telah disusun secara rapi dan sistematis.

Jika ditilik dari sejarah perkembangan disiplin ilmu psikologi pendidikan, memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ilmu psikologi pendidikan sangatlah dibutuhkan dalam dunia pendidikan. Sejarah telah mencatat peran William James (1842 – 1910) dalam dunia pendidikan yang telah memberikan sumbangan pemikiran akan pentingnya mempelajari proses belajar dan mengajar dikelas guna meningkatkan mutu pendidikan melalui kuliahnya yang bertajuk “Talks to Teachers”, John Dewey (1859-1952) telah memberikan sumbangan tentang konsep anak sebagai pembelajar aktif (active learner), kemudian Skinner (1954) telah mengembangkan konsep programmed learning (pembelajaran terprogram) dan masih banyak lagi.

Lebih jelas Syah (2001) dalam bukunya Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru menegaskan, setidaknya ada 10 (sepuluh) macam kegiatan pendidikan yang banyak memerlukan prinsip-prisnsip psikologis, yaitu:
1. Seleksi penerimaan siswa baru.
2. Perencanaan pendidikan.
3. Penyusunan kurikulum.
4. Penelitian kependidikan.
5. Administrasi kependidikan.
6. Pemilihan materi pelajaran.
7. Interaksi belajar mengajar.
8. Pelayanan bimbingan dan penyuluhan.
9. Metodologi mengajar.
10. Pengukuran dan evaluasi.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

DINAMIKA KEPRIBADIAN WARIA (CONTOH PROPOSAL KUALITATIF)


PENDAHULUAN

Hampir semua orang mengenal waria (wanita tapi pria), waria adalah individu yang memiliki jenis kelamin laki-laki tetapi berperilaku dan berpakaian seperti layaknya seorang perempuan. Waria merupakan kelompok minoritas dalam masyarakat, namun demikian jumlah waria semakin hari semakin bertambah, terutama di kota-kota besar. Bagi penulis waria merupakan suatu fenomena yang menarik untuk diteliti karena dalam kenyataannya, tidak semua orang dapat mengetahui secara pasti dan memahami mengapa dan bagaimana perilaku waria dapat terbentuk.
Perilaku waria tidak dapat dijelaskan dengan deskripsi yang sederhana. Konflik identitas jenis kelamin yang dialami waria tersebut hanya dapat dipahami melalui kajian terhadap setiap tahap perkembangan dalam hidupnya. Setiap manusia atau individu akan selalu berkembang, dari perkembangan tersebut individu akan mengalami perubahan-perubahan baik fisik maupun psikologis. Salah satu aspek dalam diri manusia yang sangat penting adalah peran jenis kelamin. Setiap individu diharapkan dapat memahami peran sesuai dengan jenis kelaminnya. Keberhasilan individu dalam pembentukan identitas jenis kelamin ditentukan oleh berhasil atau tidaknya individu tersebut dalam menerima dan memahami perilaku sesuai dengan peran jenis kelaminnya. Jika individu gagal dalam menerima dan memahami peran jenis kelaminnya maka individu tersebut akan mengalami konflik atau gangguan identitas jenis kelamin.
Berperilaku menjadi waria memiliki banyak resiko. Waria dihadapkan pada berbagai masalah: penolakan keluarga, kurang diterima atau bahkan tidak diterima secara sosial, dianggap lelucon, hingga kekerasan baik verbal maupun non verbal. Penolakan terhadap waria tersebut terutama dilakukan oleh masyarakat strata sosial atas. Oetomo (2000) dalam penelitiannya menyebutkan bahwa masyarakat strata sosial atas ternyata lebih sulit memahami eksistensi waria, mereka memiliki pandangan negatif terhadap waria dan enggan bergaul dengan waria dibanding masyarakat strata sosial bawah yang lebih toleran. Karena belum diterimanya waria dalam kehidupan masyarakat, maka kehidupan waria menjadi terbatas terutama pada kehidupan hiburan seperti ngamen, ludruk, atau pada dunia kecantikan dan kosmetik dan tidak menutup kemungkinan sesuai realita yang ada, beberapa waria menjadi pelacur untuk memenuhi kebutuhan materiel maupun biologis. Pakar kesehatan masyarakat dan pemerhati waria, Gultom (2002) setuju dengan pendapat seorang waria yang bernama Yuli, bahwa waria merupakan kaum yang paling marginal. Penolakan terhadap waria tidak terbatas rasa “jijik”, mereka juga ditolak untuk mengisi ruang-ruang aktivitas: dari pegawai negeri, karyawan swasta, atau berbagai profesi lain. Bahkan dalam mengurus KTP, persoalan waria juga mengundang penolakan dan permasalahan, maka sebagian besar akhirnya turun dijalanan untuk mencari kebebasan (Kompas, 7 April 2002) DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI SEMOGA BERMANFAAT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

PROSEDUR ANALISIS DATA STATISTIK


PROSEDUR ANALISIS DATA STATISTIK (ANALISIS KORELASI DAN ANALISIS KOMPARASI) MULAI DARI PENERIMAAN DATA SAMPAI DENGAN INTERPRETASI HASIL ANALISIS DATA

Secara garis besar dapat dibuat prosedur sebagai berikut dalam menganalisis data statistik:

1. Pengkategorian.

Ketika seorang peneliti menerima data, maka yang perlu dilakukan pertama kali adalah melakukan pengkategorian terhadap data-data yang diperoleh. Jika data yang diperoleh berbentuk:

  1. Data ordinal atau bahkan data nominal dan jumlah kasusnya sedikit (20 kebawah menurut Sutrisno Hadi) serta pengambilan sampel tidak dilakukan secara random, maka analisis statistik yang digunakan adalah statistik non-parametrik.

  2. Data rasio atau interval maka analisis yang digunakan adalah analisis korelasional. Misal Variabel Kecerdasan Emosi dan Variabel Perilaku Delinkuen.

  3. Data nominal dan data interval maka teknik analisis yang digunakan adalah analisis komparasi. Misal Variabel Jenis Kelamin dan Variabel Persepsi terhadap Pelayanan Pembuatan KTP.

  4. Dua atau lebih data nominal dan dua atau lebih data interval (sebagai variabel bebas), maka dapat digunakan analisis korelasional (regresi) atau analisis komparasi (anakova) tergantung pada tujuan penelitian. Misal, nama Variabel Bebas: Usia, Lama Kerja, Kepercayaan Diri, Kepuasan terhadap Pimpinan, Persepsi terhadap Bursa Tenaga Kerja. Variabel Terikat: Intensi Mengundurkan Diri.

DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI SEMOGA BERMANFAAT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

CONTOH LAPORAN WAWANCARA DAN OBSERVASI KASUS DI SEKOLAH


Pembaca suhadianto.blogspot.com yang budiman. Pada posting kali ini saya akan berbagi informasi pada pembaca mengenai cara pembuatan laporan hasil wawancara dan observasi untuk kasus di sekolah. Laporan ini sangat penting untuk para tenaga Bimbingan Konseling atau para guru yang berniat melakukan penelitian tindakan kelas. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI SEMOGA BERMANFAAT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

PERILAKU SEKS SISWA SMA SURABAYA (PENELITIAN KUALITATIF)


BAB I

PENDAHULUAN

Revolusi dunia pengetahuan ilmiah yang ditandai dengan teori Evolusi-nya Darwin telah menghasilkan konsep spesialisasi dibidang ilmu pengetahuan. Spesialisasi dibidang ini membawa perubahan yang sangat pesat diberbagai bidang dan aspek kehidupan manusia. Jaman menjadi sangat cepat berubah sejak digulirkannya globalisasi dengan dukungan penuh dari teknologi.

Globalisasi lengkap dengan teknologinya tentu membawa dampak yang bersifat positif dan tidak sedikit pula dampak negatif yang ditimbulkan. Salah satu kelompok yang rentan untuk terbawa arus adalah para remaja. Kenapa? Tak lain karena mereka memiliki karakteristik sendiri yang unik:labil, sedang pada taraf mencari identitas, mengalami masa transisi dari remaja menuju status dewasa, dan sebagainya. Orang Barat menyebut periode ini dengan Sturm Und Drung.

Pertumbuhan fisik yang terjadi pada remaja mengakibatkan remaja mengalami kebingungan akan identitas dirinya, satu hal yang pasti tentang aspek-aspek psikologis dari perubahan fisik pada remaja adalah bahwa remaja disibukkan dengan tubuh mereka dan mengembangkan citra individual mengenai gambaran tubuh mereka yang tidak jarang bertentangan dengan orang tua, para pendidik, dan lingkungan sosial. Remaja adalah sosok individu yang sedang dalam proses perubahan dari masa anak ke dewasa. Secara umum dan dalam kondisi normal sekalipun, masa ini merupakan periode yang sulit ditempuh, baik secara individual ataupun kelompok, sehingga remaja sering dikatakan sebagai kelompok umur bermasalah (the trouble teens).

Diberbagai kota besar, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa ulah remaja belakangan ini makin mengerikan dan mencemaskan masyarakat. Mereka tidak lagi sekedar terlibat dalam aktivitas nakal seperti membolos sekolah, merokok, minum minuman keras, atau menggoda lawan jenisnya, tetapi tidak jarang mereka terlibat dalam aksi tawuran layaknya “preman”, atau terlibat dalam penggunaan NAPZA, terjerumus dalam kehidupan seksual pranikah dan berbagai bentuk perilaku menyimpang lainnya.

Kehidupan remaja sepertinya tidak pernah terlepas dari persoalan perilaku seksual pranikah, terlebih remaja kota. Pengaruh informasi global (paparan audio visual) yang semakin mudah diakses diakui atau tidak telah memancing anak dan remaja untuk mengadaptasi kebiasaan-kebiasaan tidak sehat seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan penyalah gunaan obat terlarang. Pada akhirnya secara kumulatif kebiasaan-kebiasaan tersebut akan mempercepat usia awal seksual aktif serta mengantar mereka pada berperilaku seksual yang berisiko tinggi. DWONLOAD TULISAN LENGKAP DISINI SEMOGA BERMANFAAT.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

APLIKABILITAS METODE PENELITIAN


Pembaca suhadianto.blogspot.com yang budiman. Beberapa bulan yang lalu saya sempat menterjemahkan salah satu pokok bahasan dari buku psikologi berbahasa inggris. APLIKABITAS METODE-METODE PENELITIAN, pokok bahasan ini menjelaskan tentang metode-metode yang bisa digunakan untuk tujuan konseling anak dan atau pemberian treatment untuk menyelesaikan masalah-masalah pada anak, baik yang bersifat klinis maupun edukatif. Berikut adalah daftar isinya:
  1. Beberapa prosedur yang perlu direncanakan.
  2. Penilaian Ekologis.
  3. Observasi Rumah.
  4. Kondisi-kondisi yang mempengaruhi pengamatan rumah.
  5. Ilustrasi kasus.
  6. Tes dan Interview
  7. Rancangan Penilaian Penelitian.
  8. Rekaman Naratif.
  9. Global, Semi Global dan Batasan Deskripsi Perilaku.
  10. Rangkaian Pertimbangan Iferensial.
  11. Penggunaan Utama Rekaman Naratif
  12. Observasi Kelas.
  13. Interaksi Orang Tua dan Bayi.
  14. Interaksi Orang Tua dan Anak yang Baru Belajar Berjalan.
  15. Interaksi Orang Tua dengan Anak Usia Sekolah.
  16. Metode Merekam Data.
SILAHKAN DOWNLOAD DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN LENGKAP DAN SEMOGA BERMANFAAT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

Sabtu, 21 Maret 2009

DAMPAK TONTONAN TELEVISI TERHADAP PERKEMBANGAN PERILAKU ANAK DI SEKOLAH



RASIONAL

Benar kata para guru saya, sewaktu saya masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada kisaran tahun 1996 yang lalu, guru saya selalu berpesan agar para murid tidak terpengaruh dengan perkembangan teknologi, dan guru saya juga selalu memberikan gambaran kepada para murid kalau supuluh tahun kedepan (era ini) menjadi guru itu sangat sulit. Waktu itu saya belum begitu dapat memahami apa yang dimaksudkan oleh guru saya. Belakangan, setelah lulus dari program studi psikologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surabaya dan menekuni bidang pendidikan, saya baru mengerti maksud dari “wejangan” guru saya beberapa tahun yang lalu. Benar kata guru saya, menjadi pendidik di era globalisasi lengkap dengan kemajuan dibidang teknologinya memang begitu sulit, karena pada era ini siswa lebih tertarik dengan tayangan televisi daripada harus membaca buku pelajaran yang membosankan, para siswa lebih suka menghabiskan waktu untuk chatting (mulai dari chatting menggunakan MIRC, Yahoo Messenger, G-Mail, Friendster, Facebook dan masih banyak lagi) dari pada terlibat dengan kegiatan-kegiatan sosial, para siswa lebih tertarik dengan nasehat para penyanyi melalui lirik lagu mereka (seperti "putus nyambung - putus nyambung") daripada harus mendengarkan nasehat para guru di sekolah.

Beberapa hari yang lalu saya meminta para siswa saya untuk menggunting bagian dari Koran atau majalah, kemudian menempelkannya pada selembar kertas dan menuliskan alasannya kenapa mereka memilih bagian tersebut. Ini saya lakukan dengan tujuan untuk mengetahui minat baca para siswa saya. Hasilnya sungguh sangat mengagetkan, 80% dari mereka menggunting berita atau gambar para group musik yang saat ini lagi booming, mulai dari Afgan, ST 12, Hijau Daun, Alexa, Bungan Citra Lestari atau BCL, d’Masiv, Mulan Jameela, Maha Dewi, The Changcuters, dll. 10% dari mereka menggunting berita tentang sepak bola, dan 10% yang lain menggunting tulisan-tulisan yang sedikit berkaitan dengan pelajaran. Melihat hasil pekerjaan mereka, saya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dan berfikir apa yang menyebabkan 80% siswa saya memliki minat bacaan pada gosip dan hanya 10% dari mereka yang memiliki minat bacaan yang berkaitan dengan pelajaran di sekolah.

Tentu saja tidak adil jika hanya guru yang harus disalahkan dan harus bertanggung jawab terhadap kondisi para siswa sebagaimana telah saya gambarkan di atas, dan saya yakin apa yang saya alami juga terjadi di lingkungan para pembaca yang budiman. Beberapa penelitian yang ada menyebutkan bahwa keterlibatan orang tua adalah merupakan prioritas utama dalam meningkatkan pendidikan (Chira, 1993, dalam Santrock, 2007). Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa keterlibatan orang tua dalam pendidikan akan sangat berpengaruh terhadap perolehan prestasi murid di sekolah (Eccles & Harold, 1996). Jelasnya, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak sejak dini sangatlah penting bagi perkembangan perilaku anak di sekolah. Baik dan tidaknya perilaku anak di sekolah tidak hanya bergantung pada kelengkapan fasilitas yang disediakan sekolah (sebagaimana pandangan aliran humanistik) tetapi juga bergantung terhadap kualitas keterlibatan orang tua sejak dini dalam memberikan pendidikan dan pengawasan pada anak.

Salah satu bentuk keterlibatan orang tua yang begitu penting, adalah memberi pengawasan terhadap kebiasaan menonton televis pada anak, karena seperti yang telah saya jelaskan di atas, televisi telah mampu mengalihkan minat baca para siswa (80%) dari pelajaran beralih ke gosip. Pada 1990-an, anak-anak rata-rata menghabiskan 26 jam seminggu untuk menonton televisi. Terlalu lama menonton televisi dapat mengurangi kebugaran anak. Menonton terlau lama juga mengurangi waktu yang digunakan untuk mengerjakan PR dan belajar. Yang mengejutkan , menjelang anak masuk SMA, mereka telah menghabiskan waktu sebanyak 20.000 jam untuk menonton televsisi (Santrock, 2007). Untuk itu perlu dilakukan modifikasi perilaku sejak dini, jika para orang tua tidak menginginkan anak-anaknya diperbudak oleh dorongan pemuasan libido para psikoanalis menyebutnya sebagai manusia yang semua perilakunya didorong oleh libido sexual atau pemenuhan kesenangan sesaat dan mengabaikan kewajiban.


TIPS MENGHINDARKAN ANAK DARI PENGARUH TONTONAN TELEVISI
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orang tua untuk mengurangi dampak negatif televisi dan meningkatkan dampak positifnya terhadap perkembangan anak (Singer & Singer, 1987):

Bantu anak mengembangkan kebiasaan menonton sejak dini (banyak orang tua yang menonton televisi saat anak sedang belajar....jangan dibiasakan).

Pantau kebiasaan menonton anak, dan atur apa yang harus mereka lihat, jangan biarkan anak menonton secara acak. Bicaralah dengan anak secara aktif (jangan rebutan acara televisi dengan anak, banyak orang tua yang justru berebut menonton sinetron dengan anak, padahal mereka tahu tayangan tersebut tidak baik untuk anak).

Cari acara anak yang menampilkan anak-anak seusia anak anda.

Jangan sampai televisi menjadi ganti aktivitas lainnya.

Lakukan diskusi dengan anak tentang tema-tema televisi yang sensitif. Beri kesempatan mereka untuk mengajukan pertanyaan tentang acara televsisi.

Seimbangkan kegiatan membaca dan menonton. Anak dapat “menindak lanjuti” acara televisi yang menarik dengan mengeceknya melalui buku yang menjadi sumber dari acara televisi itu. Anak bisa mencari cerita lain yang ditulis oleh penulis buku tersebut.

Bantu anak-anak menyusun jadwal yang seimbang, yakni acara pendidikan, aksi, komedi, seni, fantasi, olah raga dan sebagainya. Pastikan anak-anak tidak mengutamakan tontonan kekerasan dan seks.

Tunjukkan contoh positif yang memperlihatkan bagaimana beragam kelompok etnis dan kultural bisa member sumbangan untuk membuat masyarakat menjadi lebih baik.

Tunjukkan contoh wanita yang melakukan kegiatan yang kompeten baik dalam profesi maupun rumah.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

STRES DITINJAU DARI ACTIVE COPING, AVOIDANCE COPING, DAN NEGATIVE COPING


STRES DITINJAU DARI ACTIVE COPING, AVOIDANCE COPING, DAN NEGATIVE COPING
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007

Triantoro Safaria
Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan



Stres merupakan bagian dari kehidupan dan kehidupan tidak lepas dari stres. Stres bisa dialami siapa saja, dari kanak-kanak hingga lanjut usia. Stres bisa bersifat akut dan bisa pula bersifat kronis. Banyak penelitian empiris yang membuktikan bahwa stres berdampak secara negatif bagi kesehatan tubuh dan kesejahteraan psikologis. Namun banyak faktor yang berpengaruh terhadap stres. Diantara faktor faktor tersebut adalah strategi coping yang digunakan individu.
Penelitian ini menguji hubungan antara tiga strategi coping yaitu active coping, avoidance coping dan negative coping dengan stres pada mahasiswa. Subyek penelitian berjumlah 41 orang yang merupakan mahasiswa psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.
Berdasarkan hasil analisis regresi menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara active coping, negative coping dan avoidance coping secara bersama-sama dengan stres R = 0.045 F = 1.631 p = 0.199. Hasil uji korelasi product moment pearson antara active coping dengan stres menunjukkan adanya hubungan negatif yang tidak signifikan r = - 0.034 p = 0.417. Korelasi antara avoidance coping dengan stres menunjukkan adanya hubungan positif yang tidak signifikan r = 0.113 p = 0.241. Korelasi antara negative coping dengan stres menunjukkan hubungan positif yang signifikan r = 0.340 p = 0.015. Negative coping menyumbang 9.3 % terhadap stres. Ini menunjukkan masih terdapat 90.7 % pengaruh variabel lain yang terhadap stres.


Kata kunci : stres, coping aktif, coping negatif dan coping menghindar. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI TEKNIK MODELING UNTUK MEMINIMALKAN STRESSOR LINGKUNGAN BAGI PENDERITA SKIZOFRENIA


PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL MELALUI TEKNIK MODELING UNTUK MEMINIMALKAN STRESSOR LINGKUNGAN BAGI PENDERITA SKIZOFRENIA
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Tri Kurniati Ambarini, S.PSi., M.Psi.
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga


ABSTRAK

Peningkatan jumlah penderita gangguan jiwa perlu menjadi perhatian masyarakat dan pemerintah. Gangguan yang dirasakan oleh penderita skizofrenia tidak hanya akan memberikan dampak yang merugikan bagi penderita saja, namun juga kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Biasanya keluargalah yang paling terkena dampak dari hadirnya skizofrenia di keluarga mereka. Akibatnya, kehadiran penderita cenderung dirasakan sebagai beban keluarga. Penderita skizofrenia sering mengalami kegagalan dalam menjalankan fungsi sosial, menghadapi masalah yang berhubungan dengan keterampilan interpersonal, memiliki keterampilan sosial yang buruk dan mengalami defisit fungsi kognitif. Hal tersebut akhirnya penderita mengalami isolasi sosial yaitu dalam bentuk menarik diri, tidak mau bergaul, menghindar untuk berhubungan dengan orang lain. Besarnya dampak yang disebabkan oleh gangguan yang dialami penderita skizofrenia dalam fungsi sosial baik terhadap diri mereka sendiri maupun terhadap lingkungan sekitar, yaitu keluarga dan masyarakat, maka diperlukan program peningkatan keterampilan sosial bagi penderita skizofrenia. Peningkatan keterampilan sosial diharapkan dapat membantu mereka dalam menjalankan fungsi sosial sehari-hari dan membuat mereka dapat lebih diterima oleh masyarakat, sehingga tekanan yang muncul baik dari lingkungan ataupun tekanan yang muncul akibat keadaan mereka dapat diminimalisir. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

KELAPANGDADAAN SURVIVOR BENCANA TSUNAMI DAN GEMPA ACEH


KELAPANGDADAAN SURVIVOR BENCANA TSUNAMI DAN GEMPA ACEH
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
H. Fuad Nashori
Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya UII



Abstrak


Penelitian bertujuan untuk mengungkap kelapangdadaan survivor bencana gempa dan tsunami Aceh. Untuk itu dilakukan wawancara mendalam dan observasi terhadap enam responden yang tinggal di Banda Aceh (5 orang) dan Yogyakarta (1 orang). Wawancara dan observasi berlangsung antara 15 Juli hingga 30 September 2006.
Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki tema-tema: (a) Kesadaran Spiritual: (1) sadar bahwa Tuhan maha berkehendak, (2) memahami bahwa melalui tsunami Tuhan menunjukkan kebesaran-Nya, (3) meningkat kesadaran bisa sewaktu-waktu dipanggil oleh Tuhan, (4) memandang tsunami adalah peringatan dari Tuhan, (5) kesadaran bahwa Tuhan bermaksud baik dengan cobaan tsunami yang diberikan-Nya; (b) Kesiapan psikologis: (6) memiliki pengetahuan tentang gejala-gejala tsunami, namun ada yang berpikir bahwa tidak mungkin air laut naik ke darat, (7) tahu dari kitab suci bahwa bencana alam yang sangat dahsyat dapat kapan saja mengenai manusia, (8) kemampuan manusia mempersiapkan diri tidak optimal. (C) Keyakinan akan kesanggupan diri menanggung beban: (9) keyakinan akan kesanggupan diri menghadapi keadaan yang tak menyenangkan walau merasa sedih; (10) merasa tidak lemah sekalipun kehilangan keluarga, (11) perasaan sudah tak berdaya lagi, kemudian pasrah, (12) perasaan pasrah terhadap orang-orang yang dicintai, (13) merasa ditolong dan diberi selamat oleh Tuhan; (D) Penyesalan dan Pertaubatan: (14) insaf atas kesalahan mengganggu orang lain, (15) sadar akan kesalahan diri kepada orangtua, (16) sadar bahwa dulu suka mengganggu guru tapi sekrang tidak lagi, (17) merasa menyesal kurang optimum berbuat baik untuk orang-orang dekat yang dipanggil-Nya, (18) memohon ampun atas kesahan yang diperbuat; (19) tidak mudah marah kepada orang lain sekalipun orang lain marah, (20) mengkompensasi kesalahan dengan perbauatan positif; (E) Pencarian hikmah (seeking meaning): (21) mudah mengingat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, (22) kesadaran bahwa Tuhan memberi kesempatan untuk beramal lebih banyak, (23) menjadi pribadi yang lebih sabar, tawakkal, tabah; (F) Berpikir positif tentang masa depan (positive thinking): (24) ke depan harus bisa berbakti kepada orangtua; (25) Keinginan memperbaiki moral masyarakat Aceh. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kelapangdadaan adalah (a) Faktor keimanan, (b) Faktor ibadah, (c) Faktor pengalaman, dan (d) Faktor dukungan keluarga dan yang lain.

Kata kunci: Kelapangdadaan, Aceh, gempa dan tsunami DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

STRESS MANAGEMENT DI DAERAH GEMPA DIY


STRESS MANAGEMENT DI DAERAH GEMPA DIY
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
A.M. Diponegoro
Fakultas Psikologi
Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta


Gempa di Yogyakarta meninggalkan kesan yang menarik terhadap pengamat psikolog, maupun ilmuwan. Peneliti dan para psikolog banyak membawa bekal untuk menghadapi individu yang stres berat karena rumahnya hancur dan porak poranda, atau anggota keluarganya meninggal dunia. Mereka kadang-kadang merasa kecele dengan apa yang mereka temukan di lapangan. Beberapa peneliti menemukan banyak korban gempa seakan akan tidak mengalami apa-apa. Situasi seperti ini sebenarnya merupakan kajian menarik dalam lapangan psikologi positif yang dipelopori oleh Seligman, mantan presiden APA. Gillham dan Seligman (1999) menemukan bahwa penduduk Inggris yang diporak porandakan Jerman, ternyata banyak yang tidak kacau emosinya, dan mereka tetap tahan banting atau memiliki daya reseliensi yang tinggi.
Penellitian kualitatif ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pengaturan stres yang dilakukan oleh mereka yang ”survive” dalam musibah gempa. Pengambilan data dilakukan dengan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan pola stress management yang berbeda-beda. Pengembangan positive value menunjukkan hasil yang positif dan berdampak lama pada kesejahteraan individu.
Kata kunci; stress management, psikologi positif, resiliensi DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

“TEND-AND-BEFRIEND” : POLA RESPON TERHADAP STRES ALA WANITA


“TEND-AND-BEFRIEND” : POLA RESPON
TERHADAP STRES ALA WANITA
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Erita Yuliasesti Diahsari
Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta


Abstrak

Stres pada wanita dan fenomena superwoman pada masa kini bukanlah hal yang asing lagi, karena kenyataan memang menunjukkan kiprah wanita sudah sangat luas dan mendalam pada berbagai sektor kehidupan dan pekerjaan. Beberapa dekade terakhir wanita semakin menunjukkan kontribusi yang luar biasa bagi lingkungan hidupnya. Tidak heran juga wanita menjadi lebih banyak mengalami stres dibandingkan dengan pria karena peran-peran yang diembannya cenderung lebih banyak menyita waktu, tenaga dan pikirannya. Dalam hal merespon stress yang dialami, ternyata wanita mempunyai cara unik yang relatif tidak didapati pada pria, yakni dengan pola yang dinamakan “tend-and-befriend”, suatu pola yang dibangun berdasarkan sistem “caregiving” melalui proses biobehavioral. Dengan menyalurkan naluri keibuannya, merawat anak-anak dan keluarga, atau melalui relasi sosial, terutama pada sesama wanita, mereka berusaha mencari dukungan untuk mereduksi stres yang dialaminya. Model ini muncul dan dipakai sebagai pendamping model “fight-or-flight” yang selama ini menjadi kajian respon individu terhadap stres.

Kata kunci : “tend-and-befriend” DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

Mengurangi dampak trauma dengan EMDR


Mengurangi dampak trauma dengan EMDR
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Astrid R.S. Wiratna
IPK Jawa Timur



Sekilas EMDR

Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR) adalah pendekatan psikoterapi yang relatif masih baru. Ditemukan dan dikembangkan pertama kali pada pertengahan tahun 1980 oleh Francine Shapiro dkk. Mulai dimanfaatkan di Amerika secara luas setelah berbagai penelitian mendukung keampuhannya sebagai metode psikoterapi untuk menangani stress pasca trauma, sejak awal tahun 1990.

EMDR adalah sebuah pendekatan psikoterapi yang bertumpu pada model pemrosesan informasi di dalam otak. Jaringan memori dilihat sebagai landasan yang mendasari patologi sekaligus kesehatan mental, karena jaringan-jaringan memori adalah dasar dari persepsi, sikap dan perilaku kita.

Untuk memproses kembali informasi di dalam otak/jaringan memori yang telah ada, EMDR dijalankan dengan melakukan kegiatan fisik yang merangsang aktivasi pemrosesan informasi di dalam otak (dalam konteks EMDR disebut sebagai stimulasi bilateral) melalui indra pengelihatan/pendengaran/perabaan, sebagai berikut:
- Rangsangan untuk indra pengelihatan: gerakan tangan bolak balik (bisa kiri kanan, atas bawah, melingkar seperti angka delapan) dalam jarak dan kecepatan yang sama di depan mata, mencakup jarak terjauh yang dapat dijangkau kedua bola mata
- Rangsangan untuk indra pendengaran: suara tunggal yang bersifat monoton, dalam kecepatan dan interval yang sama dan diperdengarkan berulang-ulang
- Rangsangan untuk indra peraba: tepukan monoton di atas atau di sisi luar lutut bergantian kiri kanan, dalam interval dan kecepatan yang sama dan dilakukan secara berulang-ulang DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

IDENTIFIKASI PENYEBAB KASUS-KASUS BUNUH DIRI DI BALI DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA


IDENTIFIKASI PENYEBAB KASUS-KASUS BUNUH DIRI DI BALI
DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Swasti Wulanyani * dan Drajad Wibawa **
*Bag. Ilmu Perilaku Fak Kedokteran Univ. Udayana; HP: 08123764595** Bag. Psikologi Polda Bali


Abstrak

Akhir-akhir ini marak diberitakan keterlibatan remaja dalam berbagai masalah kriminal. Baik itu berupa perkelahian antar kelompok, pembunuhan, pencurian, perampokan maupun penyalahgunaan obat terlarang. Meningkatnya kompleksitas dan kesulitan hidup masyarakat diyakini juga mempengaruhi peningkatan angka kriminalitas tersebut. Dalam proses konseling bagi para narapidana di LP Kelas II A Denpasar terungkap bahwa sebagian besar dari mereka melakukan tindakan kriminal sebagai pelarian dari tekanan jiwa akibat himpitan masalah kehidupan. Bahkan cara-cara ini telah menjadi kebiasaan sejak mereka kecil/remaja hingga akhirnya mereka harus berurusan dengan hukum. Fenomena lain yang sangat mengejutkan adalah dipilihnya jalan bunuh diri sebagai salah satu alternatif penyelesaian masalah. Pengumpulan data dilakukan secara primer, wawancara langsung dengan pelaku percobaan bunuh diri atau orang-orang di lingkungan terdekat pelaku dan juga melalui data sekunder di Polda Bali. Selama tahun 2005 terdapat 115 kasus bunuh diri di masyarakat umum, belum termasuk kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri di kalangan narapidana. Penyebabnya bervariasi dari yang relatif sederhana sampai dengan yang kompleks. Dari total 115 kasus bunuh diri tersebut, 35 kasus dilakukan oleh mereka yang berumur antara 7 sampai dengan 25 tahun dengan berbagai macam cara. Pada umumnya pelaku menyukai tayangan kekerasan di televisi. Analisa awal menunjukkan bahwa ada beberapa faktor yang disinyalir dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk memilih jalan bunuh diri antara lain: ketahanan terhadap stres, kondisi lingkungan/alam, ketahanan religius dan pengaruh media massa. Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain dengan memberikan layanan psikososial dan terapi tulis yang diintegrasikan dengan terapi farmako bagi narapidana, serta sosialisasi ketahanan dan kesehatan mental bagi masyarakat secara umum.

Kata kunci: bunuh diri, Bali DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

DINAMIKA PASIEN TERMINAL ILLNESS DALAM MENGHADAPI KEMATIAN


DINAMIKA PASIEN TERMINAL ILLNESS DALAM MENGHADAPI KEMATIAN
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Nurul Hartini
Fakultas Psikologi Unair


Abstrak

Death and Dying “Kematian dan Proses Menuju Kematian” adalah sebuah fenomena yang pasti akan terjadi atau akan dijumpai manusia dalam kehidupannya. Kematian memang sebuah rahasia Tuhan, akan tetapi proses menuju kematian adalah sebuah fenomena yang dapat dibahas dan didiskusikan, bahkan lingkungan dapat memberikan proses pembelajaran yang benar untuk menjalani proses menuju kematian yang lebih baik. Mendasarkan pada hasil penelitian kualitatif penulis terhadap 4 orang pasien perawatan paliatif (pasien paliatif adalah orang-orang sakit yang diagnosis dengan penyakit berat dan tidak dapat disembuhkan lagi “terminal illness”, dimana prognosisnya adalah kematian) diperoleh gambaran sebagai berikut: bagi pasien terminal illness, memperoleh diagnosis bahwa ia harus masuk dalam perawatan paliatif, pasti akan terjadi proses (a) denial/menolak, mereka menolak akan apa yang bakal terjadi, (b) anger/marah, (c) bargaining untuk waktu yang akan terjadi, (d) depression, dan (e) acceptance/penerimaan menurut pendekatan teori sekarat Kubler Rose atau tahapan menurut Pattison yaitu (a) acute phase, (b) chronic living-dying interval, dan (c) terminal phase. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan dinamika pasien terminal illness dalam menghadapi kematian dan terkait dengan faktor internal yaitu : pola kepribadian, tingkat rasa cemas/tingkat depresi dan pemahaman akan sakit; sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh adalah ada/tidak adanya dukungan suami/istri, jumlah dan usia anak serta dukungan dari anggota keluarga, saudara, tetangga dan lain-lain.

Kata Kunci : pasien terminal illness, kematian DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

IDENTIFIKASI DAN PENGELOLAAN STRES INFERTILITAS


IDENTIFIKASI DAN PENGELOLAAN STRES INFERTILITAS
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Nurul Hidayah
Fakultas Psikologi
Universitas Ahmad Dahlan


Tujuan dilaksanakannya pernikahan oleh pasangan suami isteri adalah membentuk keluarga yang bahagia. Membentuk keluarga yang bahagia erat hubungannya dengan masalah keturunan Kebahagiaan seringkali diartikan sebagai tercapainya tujuan hidup, sementara tujuan utama berlangsungnya suatu pernikahan adalah mengembangkan keturunan. Kehadiran anak sangat bernilai baik dari segi ekonomi, sosial, psikologis, dan agama. Dalam realisasinya tidak semua pasangan mudah memperoleh keturunan seperti yang diharapkan. Diperkirakan sekitar 20% penduduk Indonesia mengalami gangguan infertilitas. Hal ini menunjukkan angka infertilitas di Indonesia yang cukup tinggi.
Infertilitas yang dialami baik oleh salah satu atau kedua pihak dari pasangan suami isteri akan menimbulkan reaksi-reaksi stres yang disebut dengan stres infertilitas. Pasangan yang mengalami infertilitas dipertimbangkan berada dalam kondisi krisis mayor karena tercapainya tujuan utama kehidupan pernikahan mereka terancam gagal.
Stres infertilitas bersumber dari stresor internal dan stresor eksternal. Secara teoritis, aspek-aspek stres infertilitas meliputi aspek seksual, interaksi dengan pasangan, emosional, sosial, dan ekonomi. Stres infertilitas dapat mempengaruhi kepuasan pernikahan, berupa ketidakharmonisan dalam hubungan pernikahan, bahkan dapat mengarah ke perceraian.
Dengan demikian masalah infertilitas merupakan masalah kependudukan yang perlu segera ditangani. Menggunakan pendekatan mind-body connection, perlu dipilih upaya pengelolaan stres yang tepat. Berbagai bentuk menejemen stres yang dapat ditawarkan antara lain training coping-skills, relaksasi, guided imajery, terapi kognitif, terapi kelompok, terapi agama, membiasakan pola hidup sehat, dan upaya medis yang sesuai.

Kata kunci: stres, infertilitas DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF.

Continue Reading...

DEATH AND DYING “Kematian dan Proses Menuju Kematian”


DEATH AND DYING
“Kematian dan Proses Menuju Kematian”
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Nurul Hartini
Fakultas Psikologi Unair



Abstrak


Death and Dying “Kematian dan Proses Menuju Kematian” adalah sebuah fenomena yang pasti akan terjadi atau akan dijumpai manusia dalam kehidupannya. Kematian memang sebuah rahasia Alloh, akan tetapi proses menuju kematian adalah sebuah fenomena yang dapat didiskusikan, bahkan lingkungan dapat memberikan proses pembelajaran yang benar untuk menjalani proses menuju kematian yang lebih baik. Mendasarkan pada hasil penelitian penulis terhadap wanita pasien paliatif (pasien paliatif adalah orang-orang sakit yang diagnosis dengan penyakit berat yang tidak dapat disembuhkan lagi dimana prognosisnya adalah kematian), maka penulis akan menggambarkan dinamika pasien paliatif wanita dalam menghadapi kematian. Penulis akan membahas dinamika tersebut melalui pendekatan teori sekarat Kubler Rose dan Pattison, perkembangan kepribadian Erick Erikson dan Gilligan serta beberapa pendekatan sosial. DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.

KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

APLIKASI PLAY THERAPY PADA KASUS KECEMASAN PADA ANAK


APLIKASI PLAY THERAPY PADA KASUS KECEMASAN PADA ANAK
Makalah Konferensi Nasional Stress Management dalam Berbagai Setting Kehidupan, Bandung 2-3 Februari 2007
Dra. Endah Kumala Dewi, M.Kes*

Pendahuluan

Selama ini kita sering berpikir bahwa masa kanak-kanak merupakan masa yang paling bahagia dalam kehidupannya. Sebagian besar anak-anak dilindungi oleh orang tua mereka dan mendapatkan pemenuhan kebutuhan dari orang tuanya. Namun masa kanak-kanak juga merupakan awal dari eksplorasi anak dalam lingkungannya sehingga pengalaman emosional dan pengalaman yang meningkatkan kemampuan kognitifnya dapat beraneka ragam. Pengalaman tersebut dapat menimbulkan ketegangan dan mungkin meningkat menjadi kecemasan bahkan depresi klinis yang mungkin terjadi pada anak-anak dan remaja.DOWNLOAD TULISAN LENGKAP DISINI.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.
Continue Reading...

Konsultasi

Segala bentuk konsultasi, mohon posting disini
Continue Reading...

Kamis, 19 Maret 2009

CARA MENGAJARKAN ANAK AUTIS BICARA


Bagi para pembaca yang sudah akrab dengan gangguan autis mungkin tidak asing dengan hal-hal berikut:
• Adi adalah anak umur 3 tahun tetapi dia belum bisa mengeluarkan suara A…..
• Simon adalah anak umu 4 tahun tetapi dia belum bisa bilang mama.
• Toni adalah anak umur 5 tahun tetapi dia belum bisa menjawab pertanyaan “Hallo Toni, Apa kabar Toni? Atau Selamat siang Toni..”
Sebagian besar anak dengan gangguan autisme akan mengalami gangguan keterlambatan berbicara seperti yang dialami oleh Adi, Simon dan Toni diatas. Kenapa demikian? Karena menurut persektif teori neurologis, autis disebabkan oleh adanya masalah dalam Susunan Syaraf Pusat (SSP) yang berkaitan dengan koordinasi gerakan motorik, bahasa, konsentrasi, dan kemampuan reseptif.

BAGAIMANA CARA PENGAJARANNYA
Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam mengajarkan berbicara pada anak dengan gangguan autis (selanjutnya disebut anak dengan ASD). Tahapan-tahapan yang harus dilalui adalah sebagai berikut:
• Mengajarkan anak imitasi suara
• Mengajarkan anak imitasi kata.
• Mengajarkan anak saling menyapa.
• Mengajarkan anak menjawab pertanyaan-pertanyaan sosial.

Tahapan-tahapan tersebut harus dilakukan, karena cara belajar anak dengan ASD adalah menggunakan teknik asosiasi sehingga semua aktivitas harus diajarkan secara bertahap, dari bagian-bagian baru keseluruhan, sebagai contoh: Untuk mengajarkan membaca pada anak dengan ASD terlebih dahulu kita harus mengajarkan huruf-huruf besar, huruf-huruf kecil, suku kata, baru membaca. Sementara pada anak normal kita bisa mengajarkan membaca dengan teknik gestalt, sebagai contoh untuk mengajarkan anak membaca kita bisa langsung mengjarkan anak membaca beberapa kata sebagai berikut: PAPA, MAMA, BUDI, SASA, SUSU, baru kemudian kita menjelaskan kalau PAPA itu terdiri dari huruf P, A, P, A dan seterusnya. Sebagian pembaca mungkin tidak asing dengan gambar dibawah ini:



Gambar diatas adalah contoh cara mengajarkan anak membaca Al-Qur’an dengan metode qiro’ati yang dususun oleh bapak Dzarkasih. Metode tersebut menggunakan konsep gestal. Cara mengajarnya anak diminta membaca susunan abjad terlebih dahulu () baru kemudian anak dikenalkan ini huruf alif, ini huruf ba’ ini huruf ta’. Metode ini terbukti sangat luar bisa untuk mengajarkan anak membaca Al-Qur’an. Tetapi tidak akan efektif jika diterapkan pada anak dengan ASD, karena pada anak dengan ASD cara belajarnya adalah mengandalkan asosiatif.

MENGAJARKAN ANAK IMITASI SUARA
Mula-mula kita akan mengajarkan anak untuk imitasi suara fokal A...I...U...E...O... terlebih dahulu, baru kemudian kita akan mengajarkan yang lainnya. Langsung saja kita masuk pada cara pengajarannya:
Langkah pertama : Kondisikan anak duduk manis di depan kita.

Langkah kedua : Beri instruksi pada anak "Adi lihat tiru A...."

Langkah ketiga : Jika anak bisa menirukan berikan dia imbalan dengan berkata "iya bagus" disertai senyuman, sebaliknya jika anak tidak bisa beri hukuman dengan berkata "tidak" disertai dengan pandangan tidak menyenangkan (INGAT!!! yang diperlukan dalam metode ini adalah ketegasan, bukan kekerasan, jangan sekali-kali memukul atau menyakiti anak).

Langkah keempat : Beri instruksi untuk yang kedua "Adi lihat tiru A...."

Langkah kelima : Jika anak bisa menirukan berikan dia imbalan dengan berkata "iya bagus" disertai senyuman, sebaliknya jika anak tidak bisa beri hukuman dengan berkata "tidak" disertai dengan pandangan tidak menyenangkan (INGAT!!! yang diperlukan dalam metode ini adalah ketegasan, bukan kekerasan, jangan sekali-kali memukul atau menyakiti anak).

Langkah keenam : Beri instruksi untuk yang ketiga "Adi lihat tiru A...."

Langkah ketujuh : Beri imbalan jika anak dapat menirukan instruksi yang diberikan, dan jika anak tidak dapat menirukan beri bantuan dan sertakan imbalan (dengan memberikan bantuan fisik berupa menggerakkan mulut anak sambil berkata "lihat tiru A...." "iya baguuus").

Catatan :
Beri instruksi seperti contoh diatas sebanyak 15 kali setiap sesi belajar.
Jika anak secara berturut-turut melakukan dua kali kesalahan, beri bantuan untuk instruksi berikutnya sebagaimana contoh diatas.

BAGI PARA PEMBACA YANG BERMINAT UNTUK MENDALAMI BIDANG PENDIDIKAN UNTUK ANAK AUTIS BISA BERGABUNG DENGAN QUANTUM SPECIAL NEED TRAINING CENTER DI RUKO PONDOK NIRWANA JL. RAYA KEDUG ASEM PN-05 SURABAYA. TELP. 031 8713188


KLIK DISINI UNTUK MEMBACA ARTIKEL TERKAIT
.



KLIK DISINI UNTUK MEMBACA TULISAN-TULISAN SAYA DALAM BENTUK MS WORD, MS EXCEL, MS POWER POIN, PDF
.


Continue Reading...
 

Daftar Blog

Daftar Blog

  • PROGRAM BANGKIT - Telah di buka Program Bangkit dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang merupakan program pembinaan talenta digital untuk mahasiswa ...
    4 tahun yang lalu

Daftar Blog

suhadianto.blogspot.com Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template