Rabu, 27 Mei 2009

KRITERIA DIAGNOSIS UNTUK SINDROM ASPERGER DARI GILLBERG DAN GILLBERG (1989)


KRITERIA DIAGNOSIS UNTUK SINDROM ASPERGER DARI GILLBERG DAN GILLBERG (1989)

Ketidak Cakapan Sosial (Egosentrisitas yang ekstrem)

(setidaknya ditunjukkan oleh dua dari empat criteria berikut):

1. Tidak mampu berinteraksi dengan rekan-rekan sebaya.

2. Tidak memiliki hasrat untuk berinteraksi dengan rekan-rekan sebaya.

3. Tidak memiliki apresiasi terhadap isyarat-isyarat sosial.

4. Perilakunya, secara sosial dan emosi tidak tepat.


Minat yang Terbatas

(Setidaknya ditunjukkan oleh satu dari tiga criteria berikut):

1. Pengabaian aktivitas-aktivitas lainnya.

2. Kepastian yang berulang.

3. Lebih banyak hafalan daripada pemahaman makna.


Rutinitas yang Berulang

(Setidaknya ditunjukkan oleh satu dari criteria berikut):

1. Pada diri sendiri, dalam aspek-aspek kehidupan.

2. Pada orang lain.


Keanehan-keanehan Ujaran dan Bahasa

(setidaknya ditunjukkan oleh tiga dari lima criteria berikut ini):

1. Perkembangan yang tertunda.

2. Bahasanya tampak ekspresif dan sempurna.

3. Bahasanya terlalu ilmiah dan formal.

4. Intonasinya ganjil dan nada suaranya aneh.

5. Pemahamannya sangat lemah, termasuk salah tafsir makna harfiah atau implicit.


Permasalahan-permasalahan Komunikasi nonverbal

(Setidaknya ditunjukkan oleh satu dari lima criteria berikut ini):

1. Terbatasnya penggunaan gerak atau isyarat.

2. Bahasa tubuh yang kikuk atau kaku.

3. Ekspresi wajah yang terbatas.

4. Perilaku yang tidak tepat.

5. Tatapan yang kaku dan aneh.


Kekikukan Gerak

Hasil yang buruk dari pemeriksaan perkembangan syaraf.

Continue Reading...

DAFTAR SITUS WEB YANG MENYUGUHKAN INFORMASI TENTANG PENANGANAN ANAK AUTIS INFANTIL (Biasa dikenal dengan Autis) DAN AUTIS ASPERGER (Biasa dikenal den


Online Asperger’s Syndrome Information and support – O.A.S.I.S: Ini adalah situs terbaik untuk memulai penanganan anak autis. http://www.udel.edu/bkirby/asperger.

The Lovaas Institute untuk Intervensi Awal: Belajar langsung dengan Ivar Lovaas penggagas metode ABA. http://www.lovaas.com.


Asperger’s Syndrome Support Network Home Page: Home page ini berbasis di Australia. http://www.vicnet.net.au/vicnet/community/asperger.


Asperger’s Disorder Home Page: Disiapkan oleh Kaan R. Ozbayrak dengan link ke situs-situs lain. http://www.ummed.edu:8000/pub/o/ozbayrak/asperger.html.


The National Autistic Society: Lembaga yang bermarkas di London dan menyediakan rincian layanan serta literature mereka. http://www.oneworld.org/autism_uk/index.html.


The Autism Channel Links: Koran maya untuk autism. http://www.telepath.com/canace/autism.html.


Future Horizons: Perusahaan penerbit literature mengenai autism. http://www.onramp.net/autism/


The Center for the Study of Autism: Sumber bermanfaat untuk informasi mengenai autism, sindrom-sindrom terkait dan riset. http://www.autism.org.


Situs yang didirikan oleh pengidap Autism: Situs yang sangat baik untuk dukungan rekan-rekan sebaya, forum-forum dan strategi untuk membantu diri sendiri. http://www.amug.org/na203/index.html.


Oops…..Wrong Planet Syndrome: Situs ini menyajikan suatu perspektif pribadi dan informative mengenai Sindrom Asperger.

http://www.geocities.com/HotSpring/8422/index.html.


Tony Attwood’s Homepage: Situs web ini merupakan panduan bagi orang tua, para pakar, dan pengidap Sindrom Asperger, berikut para mitra mereka. http://www.tonyattwood.com.


Softwer yang Dapat Digunakan Sebagai Alat Untuk Mengajarkan Anak Autis Memahami Ekspresi Wajah: Gaining Face Team Asperger. http://www.ccoder.com.


Video Untuk Memahami Ekspresi Wajah: membantu anak Autis memahami ekspresi wajah. http://www.ican.org.uk.


CD yang Membantu Anak AUtis Memahami Empati dan Imajinasi: Sangat membantu bagi pengidap gangguan Autis infantile. http://www.riverdeep.net.


Situs Web Untuk Idiom: Menyuguhkan trik-trik untuk member pemahaman kepada anak Autis terhadap ungkapan. http://www.geocities.com/Athens/Aegean/6720/ atau di http://www.a4esl.org/q/h/idioms.html.


Institut for Applied Behaviour Analysis: Pusat pembelajaran metode ABA Lovaas. http://www.iaba.com.


NAS Early Bird Centre: http://www.nas.org.uk.


The Listening Center Ltd: http://www.listen:ngcenter.co.uk.


PEACH: Parents for the Early intervention of Autism in Children. http://www.uk.peach.org.uk.


Sensory Integration International: Pelatihan Integrasi Sensori. http://www.sensoryinr.com.


ICAN: Membantu anak dengan kesulitan bicara dan bahasa. http://www.ican.org.uk.


The InterACT: Kursus untuk teknik interaksional dan social. http://www.theinteractcentre.com/.

Continue Reading...

Senin, 25 Mei 2009

MENGAJARKAN ANAK AUTIS MENGIKUTI INSTRUKSI 3 LANGKAH


Selain mengalami gangguan dalam bahasa ekspresif, anak Autis juga mengalami gangguan dalam bidang bahasa reseptif atau kemampuan dalam memberikan respon secara tepat terhadap instruksi yang diberikan oleh orang lain. Untuk meningkatkan kemampuan reseptif pada anak Autis, perlu dilakukan tata laksana perilaku untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Lebih jelasnya mengenai cara pemberian tata laksana perilaku, silahkan simak dialog berikut:


MENGIKUTI INSTRUKSI SEDERHANA ATAU 1 LANGKAH


Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Melakukan gerakan tangan ke bawah

Terapis : Tidak

Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Melakukan gerakan tangan ke bawah

Terapis : Tidak

Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Memberikan bantuan dengan cara menarik tangan anak ke atas dan berkata iya…bagu…s


Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Melakukan gerakan tangan ke atas

Terapis : iya…bagu..s


Terapis : Andi lihat… Tangan ke atas

Anak : Melakukan gerakan tangan ke bawah

Terapis : tidak


Penjelasan:

  1. Dalam metode ABA setiap materi diberikan sebanyak 15 instruksi dalam setiap sesi terapi.

  1. Tiap sesi maksimal terdiri dari 15 materi.

  1. Jika anak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hadiah (seperti ucapan bagus), lihat dialog warna hitam.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hukuman (seperti ucapan tidak), lihat dialog warna merah.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar sebanyak dua kali berturut turut, maka terapis harus memberikan prompter atau bantuan dan disertai dengan hadiah, lihat dialog warna hijau.


Anda dapat membuat perintah sederhana lain, yang menurut anda perlu dikuasai oleh anak. Contoh: Tangan ke samping, Tangan Ke depan, Tangan Ke bawah, Melompat dan lain sebagainya.


Untuk mengikuti instruksi 3 langkah, anda dapat membuat perintah seperti berikut:


Pergi ke meja, ambil bola di atas meja, lalu berikan kepada saya”

Pergi ke kamar, ambil buku, lalu kembali ke sini”


Kalau anak dapat melakukan instruksi dengan baik katakan bagus, kalau anak tidak dapat melakukan instruksi katakan tidak (lihat dialog di atas).

Continue Reading...

MENGAJARKAN ANAK AUTIS MENJAWAB PERTANYAAN KATA TANYA APA, SIAPA, KAPAN, DIMANA DAN MENGAPA PADA SATU TOPIK


Berikut adalah contoh cara mengajarkan anak untuk menjawab pertanyaan Apa, Siapa, Kapan, Dimana dan Mengapa:



Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak

Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak

Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Lihat tiru…nasi

Terapis : Iya…bagu…s (Setelah anak meniru)


Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : nasi

Terapis : Iya…bagu…s


Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak


Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : nasi

Terapis : Iya…bagu…s


Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak

Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Sarapan

Terapis : Tidak

Terapis : Apa yang kamu makan waktu sarapan ?

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Lihat tiru…nasi

Terapis : Iya…bagu…s (Setelah anak meniru)


Penjelasan:

  1. Dalam metode ABA setiap materi diberikan sebanyak 15 instruksi dalam setiap sesi terapi.

  1. Tiap sesi maksimal terdiri dari 15 materi.

  1. Jika anak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hadiah (seperti ucapan bagus), lihat dialog warna hitam.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hukuman (seperti ucapan tidak), lihat dialog warna merah.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar sebanyak dua kali berturut turut, maka terapis harus memberikan prompter atau bantuan dan disertai dengan hadiah, lihat dialog warna hijau.


Berikut ini adalah daftar beberapa pertanyaan berikut jawaban yang dapat anda gunakan sebagai materi terapi, untuk mengajarkan anak autis menjawab pertanyaan Apa, Siapa, Kapan, Dimana, Bagaimana.


Topik: SARAPAN

Terapis : Dimana kamu sarapan ?

Anak : Di ruang makan

Terapis : Kapan kamu sarapan ?

Anak : Pagi hari

Terapis : Siapa yang membuat sarapan ?

Anak : Mama

Terapis : Mengapa kamu sarapan ?

Anak : Karena lapar


Topik : Mandi

Terapis : Dimana kamu mandi ?

Anak : Di kamar mandi

Terapis : Kapan kamu mandi ?

Anak : Pagi dan sore

Terapis : Dengan siapa kamu mandi ?

Anak : Mama

Terapis : Mengapa kamu mandi ?

Anak : Supaya bersih

Terapis : Dengan apa kamu mandi ?

Anak : Sabun


Topik : Sekolah

Terapis : Dimana kamu sekolah ?

Anak : Di Quantum

Terapis : Kapan kamu sekolah ?

Anak : Pagi hari

Terapis : Sekolah diantar siapa ?

Anak : Mama

Terapis : Mengapa kamu sekolah ?

Anak : Supaya pintar


Anda dapat menambahkan pertanyaan-pertanyaan lain, yang menurut anda perlu dikuasai oleh anak.


Continue Reading...

MENGAJARKAN ANAK AUTIS MENJAWAB PERTANYAAN “DIMANA ?”


Berikut adalah contoh cara mengajarkan anak autis menjawab pertanyaan “

dimana ?”:

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Lihat tiru…di tempat tidur

Terapis : Iya…bagu…s (Setelah anak meniru)

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : di tempat tidur

Terapis : Iya…bagu…s

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : di tempat tidur

Terapis : Iya…bagu…s

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Kamar mandi

Terapis : Tidak

Terapis : Dimana kamu tidur ?

Anak : Ragu-ragu

Terapis : Lihat tiru…di tempat tidur

Terapis : Iya…bagu…s (Setelah anak meniru)


Penjelasan:

  1. Dalam metode ABA setiap materi diberikan sebanyak 15 instruksi dalam setiap sesi terapi.

  1. Tiap sesi maksimal terdiri dari 15 materi.

  1. Jika anak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hadiah (seperti ucapan bagus), lihat dialog warna hitam.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar maka terapis harus memberikan hukuman (seperti ucapan tidak), lihat dialog warna merah.

  1. Jika anak tidak dapat merespon instruksi dengan benar sebanyak dua kali berturut turut, maka terapis harus memberikan prompter atau bantuan dan disertai dengan hadiah, lihat dialog warna hijau.


Berikut ini adalah daftar beberapa pertanyaan berikut jawaban yang dapat anda gunakan sebagai materi terapi, untuk mengajarkan anak autis menjawab pertanyaan “dimana ?”:

Terapis : Dimana kamu tidur

Anak : Di tempat tidur

Terapis : Dimana kamu mandi

Anak : Di kamar mandi

Terapis : Dimana kamu memasak

Anak : Di dapur

Terapis : Dimana kamu tinggal

Anak : Di rumah

Terapis : Dimana kamu beli pensil

Anak : Di toko

Terapis : Dimana kamu berenang

Anak : Di kolam renang


Anda dapat menambahkan pertanyaan-pertanyaan lain, yang menurut anda perlu dikuasai oleh anak.

Continue Reading...

DAMPAK POLAH ASUH AGRESI TERHADAP PSIKOLOGIS ANAK


ASW , 36 warga jalan Nangka, Kecamatan Magersari, Kota mojokerto ini memang keterlaluan. Betapa tidak hanya karena nilai ulangan anaknya jelek, ia tega menganiaya anak kandungnya sendiri bernama GTS, 8, akibatnya, ASW pun harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah dilaporkan oleh Sud, 36, ayah korban yang juga mantan suami pelapor (Radar Mojokerto, Kamis 21 Mei 2009).

Model polah asuh agresi seperti kasus ASW di atas kelihatannya masih sering terjadi di sekitar kita, terlebih dalam keluarga dengan tingkat pendidikan rendah. Dalam keluarga dengan tingkat pendidikan rendah biasanya lebih sering menerapkan polah asuh yang otoriter dalam mendidik anak, dan tidak jarang anak mendapatkan perlakuan agresi dari orang tua sebagai akibat dari kesalahan yang telah diperbuat, seperti yang dialami oleh GTS di atas. Namun demikian bukan berarti dalam keluarga dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi tidak pernah terjadi perilaku agresi, karena tidak sedikit juga keluarga yang katanya berpendidikan tinggi tetapi masih menerapkan polah asuh yang otoriter dan kerap kali menggunakan cara agresi dalam menyelesaikan masalah dalam keluarga. BACA TULISAN SAYA TENTANG JENIS POLAH ASUH DAN DAMPAKNYA DISINI.

APA AGRESI ITU ?
Perilaku agresi adalah perilaku fisik atau lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti atau merugikan orang lain (Myers, 1996). Dengan demikian perilaku yang dilakukan oleh ASW di atas adalah tergolong perilaku agresi, karena dilakukan dengan sengaja dan dengan maksud untuk menyakiti orang lain (anaknya GTS).

DAMPAK PERILAKU AGRESI
Perilaku agresi yang dilakukan oleh ASW terhadap anaknya GTS di atas, tentu bukan merupakan sebuah solusi dari masalah yang sedang dihadapi oleh ASW. Dengan berperilaku agresi terhadap GTS, ASW justru menghadirkan sebuah masalah baru bagi dia dan bagi perkembangan kepribadian GTS. Menurut Fox & Gilbert (1994) agresi yang dilakukan berturut-turut dalam jangka lama, apalagi jika terjadi pada anak-anak atau sejak masa kanak-kanak, dapat mempunyai dampak pada perkembangan kepribadian. Misalnya, wanita yang pada masa kanak-kanaknya mengalami salah perlakuan fisik dan atau seksual, pada masa dewasanya (18-44 tahun) akan menjadi depresif, mempunyai harga diri yang rendah, sering menjadi korban serangan seksual, terlibat dalam penyalah gunaan obat, atau mempunyai pacar yang terlibat dalam penyalah gunaan obat. Penelitian yang dilakukan oleh Bryant (1995) menginformasikan, mesikup tidak mengalami agresivitas dalam jangka lama wanita di Amerika Serikat yang pernah mengalami pelecehan seksual menderita berbagai gangguan, seperti tidak mau sekolah, tidak mau bicara di kelas, membolos sekolah, nilai ulangannya jelek, tidak dapat berkonsentrasi di kelas dan nilai rapornya turun.

Melihat dampak perilaku agresi yang begitu besar terhadap perkembangan kepribadian anak, tentu saja sebagai orang tua dituntut untuk lebih memahami anak-anaknya, lebih mendengarkan keluhan-keluhan anaknya, dan menyelesaikan setiap masalah dengan cara yang lebih bijak. Dalam kasus ASW misalnya, seharusnya ASW perlu menanyakan kepada GTS apa yang menyebabkan nilainya jelek, mengingat banyak sekali faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar DOWNLOAD MATERI TENTANG FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJRA DISINI.
, baru kemudian ASW mengupayakan langkah-langkah yang mesti dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar GTS.
Continue Reading...

PENGARUH LIRIK LAGU TERHADAP PERILAKU PACARAN REMAJA


Tadi pagi sebelum mulai mengajar saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada murid-murid saya di SMP Ta’miriyah Surabaya.
Teh botol ?...
Pasta gigi ?...
Yamaha ?...

Anda pasti tau jawaban apa yang diberikan oleh murid-murid saya, sebab kalau pertanyaan ini saya ajukan kepada anda, anda pun pasti akan memberikan jawaban yang sama kepada saya. Mereka serentak memberikan jawaban:
Sosro
Pepsoden
Jupiter

Saya yakin saat ini anda sedang menganggukkan kepala tanda setuju, bahwa anda juga memiliki jawaban yang sama terhadap beberapa pertanyaan di atas. Lalu kenapa semua murid saya, anda dan bahkan mungkin juga saya memiliki jawaban yang sama atas pertanyaan tersebut ?. Tidak lain karena iklan teh botol sosro, iklan pasta gigi pepsoden, dan iklan Yamaha Jupiter telah mempengaruhi alam bawah sadar kita. Salah satu ungkapan yang sangat populer dari Sigmund Freud pendiri aliran psikologi analisis adalah apa yang disebutnya dengan FENOMENA GUNUNG ES. Menurut Freud, alam kesadaran atau perilaku yang tampak dari individu hanyalah bagian kecil dari pribadi individu tersebut, bagian terbesar dari pribadi atau kepribadian atau diri atau aku atau Ego (istilah Freud) adalah apa yang disebut sebagai alam bawah sadar (kondisi ini dalam istilah Freud disebut dengan FENOMENA GUNUNG ES).

Menurut Freud, alam bawah sadar inilah yang mempengaruhi munculnya sebuah perilaku dan menurut Freud sumber alam bawah sadar dapat diperoleh melalui introjeksi dari nilai-nilai sosial oleh orang tua atau lingkungan. Dengan kata lain semua yang pernah dialami oleh seseorang, baik pengalaman yang menyenangkan maupun pengalaman yang tidak menyenangkan, selanjutnya akan disimpan dalam alam bawah sadar. Semua pengalaman yang telah disimpan dalam alam bawah sadar tersebut selanjutnya akan muncul kedalam bentuk perilaku jika mendapat rangsangan atau stimulasi dari luar yang memiliki asosiasi atau hubungan dengan pengalaman tersebut. Sebagai contoh: Anna O tiba-tiba teriak histeris saat melihat darah, kenapa perilaku tersebut dapat terjadi ?...Beberapa tahun yang lalu pada saat Anna O pulang dari sekolah dia mendapati kedua orang tuanya terkapar di lantai dengan berlumuran darah, sejak saat itu Anna O tidak berani melihat darah…Jadi perilaku histeris pada Anna O adalah disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang telah disimpan di bawah kesadaran. Kenapa pada saat ada ungkapan teh botol para murid serempak menjawab sosro ? karena para murid telah memiliki pengalaman mengenai iklan teh botol sosro.




BAGAIMANA PROGRAM MUSIK DI TV DAPAT MEMPENGARUHI PERILAKU PACARAN DIKALANGAN REMAJA ?

Anda pasti ingat dengan penggalan lirik lagu berikut “…so what gitu loh..”. Anda juga pasti belum lupa, pada saat lagu tersebut lagi booming, sedikit-sedikit para remaja kita berceloteh so what gitu loh, so what gitu loh, so what gitu loh, mungkin anda juga termasuk yang terpengaruh dengan lirik lagu tersebut atau mungkin anda termasuk dari beberapa orang yang dibuat risih oleh celotehan tersebut. Kenapa para remaja ketika itu selalu berceloteh so what gitu loh?..karena lirik lagu tersebut telah menjadi pengalaman dan telah tersimpan dalam alam bawah sadar setiap orang yang mendengar lagu tersebut, dan pengalaman tersebut akan muncul kedalam bentuk perilaku berceloteh so what gitu loh pada saat mendapat rangsangan yang berasosiasi dengan pengalaman tersebut.

Menurut Brofenbrenner, dikenal sebagai seorang Ekolog melalui salah satu karyanya yang dipublikasikan pada tahun 1979 – 1989). Faktor-faktor dari luar diri yang dapat mempengaruhi perilaku tersusun dalam lingkaran-lingkaran yang berlapis.
1.Lingkaran pertama, disebut dengan lingkaran mikro-sistem yang terdiri atas keluarga, sekolah, guru, tempat penitipan anak, teman sebaya, tetangga, dst.
2.Lingkaran ke dua, disebut dengan meso-sistem yaitu interaksi antara faktor-faktor dalam lingkaran pertama.
3.Lingkaran ke tiga, disebut dengan exo sistem, yaitu lingkaran yang tidak langsung menyentuh diri anak tetapi masih besar pengaruhnya, seperti media massa, televisi, dll.
4.Lingkaran ke empat, disebut dengan makro sistem, yaitu hokum, adat, tradisi, dst.

Berdasar pada pandangan Brofenbrenner diatas, telah sangat jelas bahwa tayangan program musik seperti Tangga lagu, Missing Lyric, Happy Song dan seabrek program musik lain yang saat ini sedang mendominasi tayangan televisi kita akan berpengaruh terhadap perilaku pacaran dikalangan remaja. Lirik lagu yang saat ini lebih didominasi oleh tema-tema percintaan tentu sangat pas dengan kondisi dan kebutuhan remaja yang secara psikologis sedang mengalami perkembangan psikoseksual dan secara biologis telah mengalami kematangan secara hormonal. Dimana remaja telah mengalami ketertarikan dengan lawan jenis dan memiliki dorongan seksual yang begitu kuat.

Dalam pandangan Freud, seabrek program musik di atas, yang secara umum didominasi oleh lirik dengan tema-tema percintaan selanjutnya akan memberi pengalaman pada pendengarnya, pengalaman-pengalaman tersebut selanjutnya akan disimpan ke dalam alam bawah sadar dan akan muncul dalam bentuk perilaku jika memperoleh rangsangan dari luar. Sebagai contoh: banyak sekali remaja kita yang hari ini telah bertekat bulat memutuskan hubungannya dengan pacar, dia bilang pacarnya bajingan (pada saat menggunakan kata bajingan, saya terpengaruh dengan lirik lagu wali), tetapi keesokan harinya dia nyambung kembali dengan sang pacar (mungkin terpengaruh dengan penggalan lagu putus nyambung putus nyambung).

Percaya?.......tidak percaya?....... coba introspeksi diri anda sebentar saja, benarkah anda tidak terpengaruh dengan lirik lagu ?, benarkah kalau anda tidak pernah merasakan bahwa ada salah satu lirik lagu yang mewakili perasaan anda?. Kalau saya seratus persen percaya bahwa lirik lagu dapat berpengaruh terhadap perilaku pacaran dikalangan remaja. Coba anda amati, sepuluh tahun yang lalu jumlah remaja yang berpacaran tidak sebanyak saat sekarang karena sepuluh tahun lalu program musik di TV tidak sebanyak sekarang. Sepuluh tahun lalu remaja masih malu jika sudah punya pacar saat duduk di bangku SMP, tetapi sekarang ini remaja SMP yang tidak punya pacar yang akan malu dengan teman-temannya. Sepuluh tahun lalu mengungkapkan cinta tidak mesti harus dengan ciuman, tapi bagaimana dengan sekarang ?......tanyakan saja pada lirik lagu dan tayangan sinetron yang saat ini didominasi oleh sinetron dengan tema percintaan. Sepuluh tahun lalu pacaran masih sedikit malu, tapi bagaimana dengan sekarang?.. tanyakan saja pada program CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali), Back Street, Mak…Jomblangin Doonk DE EL EL.

AKHIRNYA SEMOGA BERMANFAAT AMIN……
Continue Reading...
 

Daftar Blog

Daftar Blog

  • PROGRAM BANGKIT - Telah di buka Program Bangkit dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) yang merupakan program pembinaan talenta digital untuk mahasiswa ...
    4 tahun yang lalu

Daftar Blog

suhadianto.blogspot.com Copyright © 2009 WoodMag is Designed by Ipietoon for Free Blogger Template